TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Kembali warga Tarakan Kalimantan Utara memadati lokasi penukaran uang pecahan baru di Masjid At-Taqwa, Sebengkok, hari ini, Selasa (24/2/2026).
Tampak di halaman Masjid At Taqwa sejak pagi tadi, warga berdatangan dengan membawa KTP dan bukti pendaftaran online demi mendapatkan pecahan uang baru untuk kebutuhan Lebaran.
Program penukaran uang pecahan baru ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu menjelang lebaran Idulfitri. Tak heran, suasana di Masjid At-Taqwa tampak ramai oleh warga yang antre tertib menunggu giliran.
Alam, salah satu warga Tarakan mengaku hari ini datang ke lokasi penukaran uang, karena ingin mengantar tiga anggota keluarganya untuk melakukan penukaran uang.
Karena penukaran uang tak bisa diwakilkan dan dibatasi 1 KTP untuk setiap penukaran dan nominal jumlah penukaran. Alma sendiri mengaku sudah mendafrar sejak tanggal 14 Februari 2026 kemarin.
Baca juga: Serambi 2026 Resmi Digelar di Kaltara, Bank Indonesia Siapkan Rp701 Miliar Penukaran Uang Baru
“Hari ini mau tukar uang rupiah baru untuk THR. Saya daftarnya pas periode 1 dibuka. Karena 1 KTP cuma bisa satu kali, kemarin saya sudah ambil di sesi 1 hari Jumat di Masjid Al Miftah, Kampung 1. Sekarang saya cuma mengantar keluarga,” kata Alma yang diwawancarau media di lokasi.
Ia mengungkapkan, dalam satu kali pendaftaran, setiap KTP hanya bisa digunakan satu kali penukaran. Karena itu, dirinya tak bisa lagi menukar di periode yang sama.
“Ini saya antar mbak saya, anaknya mbak, sama satu teman. Yang dibawa cuma KTP sama bukti pendaftaran. Sama uang tunai tentunya,” jelasnya.
Untuk nominal penukaran, Alma menyebut sudah ada batas maksimal yang ditentukan untuk setiap pecahan.
“Kalau Rp50 ribu maksimal sekitar 20 lembar, jadi total Rp1 juta. Rp20 ribu juga maksimal Rp1 juta. Rp10 ribu Rp1 juta juga. Rp5 ribu Rp500 ribu. Rp2 ribu Rp200 ribu, dan Rp1 ribu Rp100 ribu. Tapi itu boleh dipilih, tidak harus ambil semua pecahan,” paparnya.
Menurutnya, proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi BI Pintar. Pada periode pertama lanjut Alma, pendaftaran dibuka pada 14 Februari sekitar pukul 08.00 WITA.
Baca juga: Jelang Lebaran, Masyarakat di Tanjung Selor Keluhkan Sulitnya Lakukan Penukaran Uang Pecahan Baru
“Waktu itu saya langsung masuk, masukkan KTP saya sama suami. Habis itu KTP mbak, KTP anaknya. Nggak sampai 10 menit, selesai lima KTP. Langsung jadi,” katanya.
Menururnya, ia menilai kesempatan tersebut cukup langka. Sebab hanya berselang sehari saja, kuota sudah penuh.
“Hari Minggunya teman saya mau daftar, sudah full. Beda sehari saja sudah nggak bisa lagi,” ungkapnya.
Alma juga membandingkan kondisi di Tarakan dengan di Pulau Jawa. Menurutnya, di sana persaingan lebih ketat.
“Kalau di Jawa susah. Adik saya di Mojokerto belum tembus. Dia coba di Surabaya, di Jember juga nggak bisa. Padahal itu masih satu kawasan di Jawa Timur,” katanya.
Ia menambahkan, untuk periode kedua informasi ia peroleh, pendaftaran rencananya kembali dibuka pada 27 Februari 2026. Dan kemungkinan penukaran dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga maksimal 15 Maret.
“Makanya harus siap-siap tanggal 27 Februari ini kalau mau tukar uang. Jangan sampai terlambat lagi,” ucapnya.
Meski bersyukur bisa mendapatkan kesempatan di periode pertama, Alma berharap ke depan kuota dan periode penukaran bisa ditambah.
“Kayaknya periodenya perlu ditambah. Pendaftarannya singkat sekali, cuma dua kali periode. Lokasinya juga cuma tiga masjid di periode pertama, padahal masyarakat Tarakan sekarang antusias sekali,” lanjutnya.
Ia bahkan menyarankan agar titik penukaran diperbanyak, termasuk di lokasi-lokasi besar seperti stadion agar bisa menampung lebih banyak warga.
Pantauan di lapangan, antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang terus berdatangan. Meski begitu, proses penukaran tetap berjalan tertib sesuai jadwal dan sesi masing-masing.
Tampak kursi disiapkan petugas. Aparat kepolisian dari Brimob berjaga di lokasi penukaran uang. Masyarakat yang datang harus antre beberapa menit kemudian menunjukkan bukti pendaftaran. Setelah verifikasi petugas, warga diarahkan menukarkan uang dan tentu saja harus menyiapkan uang tunai.
Diketahui KPwBI Kaltara hari ini buka layanan kas keliling di dua lokasi Kalimantan Utara, yakni di Masjid At-Taqwa Sebengkok Tarakan dan di Pasar Sebatik, Nunukan. Hari ini terakhir periode pertama layanan kas keliling Bank Indonesia dibuka lagi 27 Februari 2026.
Sebelumnya, KPwBI Kaltara menghadirkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 melalui layanan kas keliling periode pertama.
Berdasarkan jadwal yang dirilis melalui akun resmi bank_indonesia_kaltara, layanan kas keliling akan dimulai pada 18 Februari 2026 di Masjid Islamic Center, Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WITA.
Oada 19 Februari 2026, layanan dibuka di Masjid Al-Ma’arif, Jalan Yos Sudarso, Selumit, pukul 09.30 sampai 11.30 WITA. 0 Februari 2026, kas keliling hadir di Masjid Al-Miftah, Jalan P. Flores, Kampung Satu, dengan waktu pelayanan pukul 09.30–11.30 WITA. Layanan berlanjut 23 Februari 2026 di Masjid Jami Nurul Islam, Jalan Imam Bonjol, Pamusian, pada jam yang sama.
Memasuki 24 Februari 2026 hari ini tercatat ada dua titik pelayanan. Dimana dijadwalkan untuk Kota Tarakan, kas keliling digelar di Masjid At-Taqwa, Jalan P. Diponegoro, Sebengkok. Dibuka mulai pukul 09.30–11.30 WITA.
Kemudian di hari yang sama layanan juga menjangkau wilayah Sebatik, tepatnya di Pasar Sei Pancang, Jalan Sebatik, pada pukul 09.30–11.30 WITA.
(*)
Penulis: Andi Pausiah