Jemput LC Korban Dugaan TPPO di Maumere, Dedi Mulyadi: Semoga Mereka Dapat Suami yang Baik
Nofri Fuka February 24, 2026 04:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjemput langsung 12 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok pekerjaan sebagai ladies companion (LC) di Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (23/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedi yang akrab disapa Kang Dedi (KDM) menyampaikan harapannya agar para korban kelak mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Ya mudah-mudahan mereka mendapatkan suami yang baik,” ujarnya kepada wartawan di Kantor TRUK-F Maumere.

Ia juga memastikan seluruh korban akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing di Jawa Barat.

 

Baca juga: Bantah Isu Intervensi, Kapolres Sikka Sebut 13 Korban Dugaan TPPO Eltras Pub Siap Diperiksa Kembali

 

 

“Masa dipulangin ke rumah saya,” kelakarnya, disambut tawa wartawan dan warga yang hadir.

Diketahui, sebanyak 12 korban yang berhasil diberangkatkan KDM dari Maumere menuju Jawa Barat dengan transit di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat. 

Awalnya terdapat 13 orang yang direncanakan pulang, namun satu orang telah lebih dahulu kembali sehingga tersisa 12 orang yang diberangkatkan bersama rombongan.

Pantauan TribunFlores.com, para korban tiba di Bandara Komodo sekitar pukul 11.54 Wita. Mereka tampak mengenakan masker sambil menenteng tas dan mendorong koper. Jika sebelumnya mereka menutupi wajah saat keluar dari shelter TRUK-F di Maumere, kali ini mereka tidak lagi menutup wajah dengan kain.

Di depan ruang kedatangan, dua mobil hitam dan satu unit Toyota Hiace putih telah menunggu. Para korban dikawal sejumlah petugas yang diduga merupakan tim dari Gubernur Jawa Barat sebelum meninggalkan bandara.

Sebelumnya, para korban diterbangkan dari Maumere menggunakan pesawat carter milik Susi Air menuju Labuan Bajo. Mereka diberangkatkan dari Bandara Frans Seda Maumere dengan pengawalan.

Sebelum memasuki kendaraan menuju bandara, Dedi Mulyadi sempat menghampiri dan memastikan kondisi para korban.

“Dalam rangka memastikan yang 13 korban ini dalam keadaan sehat, selamat, dan baik sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” katanya.

Dedi menegaskan, meski para korban telah dipulangkan, proses hukum kasus dugaan TPPO tetap berlanjut. Para korban, kata dia, siap mengikuti seluruh tahapan hukum, mulai dari penyelidikan hingga persidangan apabila diperlukan.

“Dari mulai penyelidikan, sekarang sudah penetapan tersangka. Kemudian melengkapi berkas di kejaksaan kalau diperlukan, menjadi saksi di pengadilan,” ujarnya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan pendampingan hingga perkara tersebut tuntas.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia melakukan pendampingan sampai masalah ini selesai,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah para korban mengeluhkan ketidakjelasan upah serta dugaan perlakuan kekerasan selama bekerja.

“Kalau orang bekerja tidak bermasalah, tidak ada masalah. Dia bekerja di mana pun. Yang kita tangani adalah orang bekerja mengalami masalah,” kata Dedi.

Terkait detail perkara, ia menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menyampaikan perkembangan lebih lanjut.

Turut hadir dalam agenda tersebut Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sikka, serta anggota DPRD Sikka.

Pemulangan para korban dilakukan dengan pendampingan pemerintah daerah, sementara proses hukum dugaan TPPO masih terus berjalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.