Tribunlampung.co.id, Jakarta - Anwar Satibi mengaku pernah memergoki istrinya, TR (47) berduaan bersama anak angkatnya yang kini telah SMA di dalam kamar.
Diketahui Anwar Satibi adalah ayahanda dari NS (12), bocah yang diduga dianiaya oleh ibu tirinya, TR. NS sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan kondisi tubuh melepuh, penuh luka bakar, serta demam.
Pada detik-detik menjelang kematiannya, NS sempat menunjuk TR selaku pelaku yang telah membuatnya menderita. Tak berselang lama, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, itu akhirnya tutup usia pada Kamis (19/2/2026).
Kabar terbaru, Anwar Satibi mengungkap fakta baru. Rupanya istri keduanya itu selalu membela anak angkat jika cekcok dengan NS.
Baca juga: Ibu Tiri Bantah Aniaya NS hingga Tewas, Sebut Memang Sudah Takdir
Anak angkat itu diambil TR dari pernikahan sebelumnya dengan seorang anggota polisi. Ada satu yang sudah bekerja, sementara satu lagi laki-laki masih kelas 3 SMA.
Anak laki-laki itulah yang disebut kerap konflik dengan NS. Bahkan Anwar pernah memergoki anak tersebut ada di dalam kamar bersama TR.
"Saya pulang kerja dia lagi mijitin istri saya, pakai dasteran, dia pakai kolor, anak angkat. Alasannya abis mijit, saya datang dia lagi di kamar, berdua. Saya gak melihat anak ini lagi mijit, cuma pas saya datang anak ini keluar dari kamar," katanya dikutip TribunnewsBogor dari podcast Denny Sumargo, Selasa (24/2/2026).
Lalu di lain hari, Anwar menyita handphone anak tersebut.
"Saya ambil HP-nya, saya bukain HP-nya. yang saya kaget banyak film (asusila) di HP anak ini. Saya tanya 'jang ini kenapa HP banyak film', 'dikirim yah sama temen'. Logikanya kalau film dikirim WA (WhatsApp) ya langsung hapus lah buang kenapa harus disimpan di koleksi," katanya.
Sejak temuan tersebut, Anwar mengaku tidak bisa berpikir jernih.
"Semenjak ada film itu otak saya udah gak sehat, oh pantesan kalau dia berantem sama anak saya membelanya bener-bener. Gak nyaman aja perasaan saya," katanya.
Sampai akhirnya diputuskan anak angkat ikut pesantren, juga dengan NS. Suatu hari Anwar pergi ke Garut, sepulang ke rumah dia mendapati si anak angkat itu ada di rumah.
"Saya pulang dia gak tahu saya mau pulang, anak itu ada di rumah, di meja makanan semua, dan anak itupun lari, kabur melihat saya itu. Kalau dia gak punya salah ngapain harus takut, justru dengan dia lari jadi pertanyaan," katanya.
Anwar Satibi mengatakan setiap kali ada masalah, NS yang selalu dimarahi oleh TR.
"Tiap ada masalah anak saya dihantam, anak itu dibela," katanya.