MBG di Kota Batu Tetap Berjalan saat Ramadhan, Makanan Basah Diganti Kering Ada Roti hingga Abon
Eko Darmoko February 24, 2026 04:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Selama Ramadhan, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu diganti dengan makanan kering.

Hal ini seperti di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Syair Beji Kota Batu.

Makanan yang didistribusikkan ke para penerima manfaat yang merupakan para pelajar itu jenis makanan kering yang tidak cepat basi sesuai dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Syair Beji, Achmad Jalaludin mengatakan, selama Ramadhan ada perubahan jenis menu makanan.

Dari yang biasanya makanan basah diganti dengan menu kering.

“Kami mengikuti arahan dari BGN. Paket yang dibagikan ke penerima manfaar di antaranya roti, telur, abon, tempe krispi, buah dan variasi lainnya,” kata Achmad Jalaludin kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (24/2/2026).

Tanpa Ompreng

Selain itu juga ada perubahan jam untuk mempersiapkan ribuan porsi makanan sebelum didistribusikan, dan juga alat untuk mengemasi makanan kering yang saat ini tidak menggunakan ompreng seperti biasanya.

“Kami menggunakan kotak mika yang dimasukkan ke dalam tote bag untuk masing-masing siswa. Namun tetap menggunakan standar higienis,” ujarnya.

Untuk persiapan, jika sebelumnya memasak dimulai pukul 18.00 WIB hingga menjelang subuh untuk distribusi pagi sampai siang hari, selama Ramadhan waktu persiapan digeser menjadi mulai pukul 24.00 Wib.

Sedangkan nilai per porsi masih tetap seperti hari bisa, Rp 8.000 untuk paket siswa SD dan Rp 10.000 untuk siswa SMP.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mendorong seluruh dapur SPPG di Kota Batu untuk memprioritaskan penggunaan komoditas pertanian dan peternakan asal Kota Batu.

Baca juga: Menu MBG di SMPN 6 Kota Malang saat Ramadhan: Telur, Kurma, Kacang dan Roti, Dibagikan saat Pulang

Terlebih Kota Batu merupakan kota dengan sektor pertanian dan peternakan yang unggul sehingga sangat mungkin untuk menjadi pemasok utama bahan baku MBG, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, telur, hingga produk peternakan lainnya.

“Kami ingin program nasional MBG ini memberikan manfaat ganda. Anak-anak memperoleh asupan gizi yang berkualitas, sementara petani dan peternak lokal juga merasakan dampak ekonominya,” jelas Alfi Nurhidayat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.