Warga Lhok Medang Ara Aceh Tamiang Terdampak Banjir Dapat Makanan Bergizi
Nurul Hayati February 24, 2026 06:37 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG - Kampung Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk salah satu perkampungan yang mengalami dampak serius paska banjir bandang akhir 2025 lalu.

Dosen Universitas Samdura atau Unsam yang melaksanakan Program Pengabdian kepada Maayarakat (PkM) memberikan perhatian serius dalam hal pemulihan kondisi gizi masyarakat. 

Hal ini juga sebagai bagian dari upaya rehabilitasi pasca-bencana yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah bersama dengan berbagai organisasi kemanusiaan.

Dosen Unsam, Rizka Musfirah, Selasa (24/2/2026), menyebutkan, Program Bubur Bergizi ini untuk memastikan masyarakat yang terimbas bencana banjir mendapatkan asupan gizi yang tepat, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang rentan terhadap masalah gizi buruk. 

Program optimalisasi asupan gizi masyarakat melalui bubur bergizi ini merupakan bagian dari implementasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Samudra (Unsam), yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Rizka Musfirah, bersama dengan mahasiswa, berperan aktif dalam pelaksanaan program ini, program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan pangan.

Akan tetapi juga untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dalam upaya pemulihan kesehatan.

“Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama di masa-masa pasca-bencana seperti ini," jelasnya. 

Baca juga: FIFGROUP Aceh Timur Sebut Patuhi Aturan OJK dan Beri Stimulus Bagi Korban Banjir

Melalui program ini, tambah Dosen Rizka, pihaknya tidak hanya memberikan bantuan langsung berupa bubur bergizi bagi masyarakat Kampung Lhok Medang Ara.

Namun juga memberikan pengetahuan terkait pola makan sehat dan pengelolaan gizi yang baik bagi masyarakat terdampak bencana.

Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam program ini turut mendapatkan pengalaman praktis dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus. 

Ini adalah pengalaman berharga bagi mereka yang bisa langsung terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak positif pada masyarakat. 

"Kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu masyarakat untuk pulih pasca-bencana,” ujar salah satu mahasiswa yang turut serta dalam program ini.

Program Bubur Bergizi di Desa Lhok Medang Ara diharapkan dapat mengurangi risiko malnutrisi dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir. 

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih sehat dan sejahtera. 

Tim PKM yang terlibat berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemulihan pasca-bencana melalui berbagai program yang berfokus pada pemulihan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 

Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah-daerah lain yang juga terdampak bencana banjir bandang November 2025 lalu.

Dalam kondisi pasca-bencana, banyak keluarga yang kehilangan akses ke pangan bergizi seimbang akibat kerusakan infrastruktur dan rusaknya hasil pertanian mereka.

Program ini adalah langkah konkret untuk mengatasi masalah gizi yang seringkali muncul setelah bencana alam. 

"Pemberian bubur bergizi yang terbuat dari bahan-bahan lokal seperti beras, sayuran, dan protein hewani, diharapkan dapat memberikan asupan yang dibutuhkan tubuh untuk pemulihan,” ujar Datok Penghulu Lhok Medang Ara, Alimun. (*)
 

 

 

 

 

 

 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.