TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SITUBONDO – Tingginya curah hujan di wilayah Bondowoso menyebabkan debit air di aliran Sungai Sampean Lama, Kabupaten Situbondo meningkat signifikan pada Senin (24/2/2026) malam.
Kenaikan debit air terpantau di Dam Pintu Lima, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Ketinggian air sempat mencapai 340 (sesuai alat ukur setempat) sebelum akhirnya berangsur turun.
Lonjakan debit air membuat warga yang tinggal di bantaran sungai waspada. Kekhawatiran muncul karena trauma banjir bandang besar yang pernah terjadi pada 2002 dan 2008.
Sejumlah warga mendatangi Dam Pintu Lima dan kawasan Jembatan Kembar untuk memantau langsung kondisi sungai. Namun, kerumunan mulai berkurang setelah ketinggian air turun hingga sekitar 300.
Baca juga: Perpustakaan SDN 2 Sumbersalam Bondowoso Ambruk, Ratusan Buku Tertimbun
Dadung Setia Praja Prastita, warga Plaosa, Kelurahan Patokan, mengaku sempat panik melihat air terus meningkat.
"Kenapa tidak panik, karena sejak tadi air sungai terus naik," ujarnya.
Ia mengatakan, keluarganya sudah dua kali terdampak banjir bandang pada 2002 dan 2008.
"Yakni bencana banjir yang terjadi di tahun 2002 dan 2008," jelasnya.
Menurut Dadung, keluarganya sempat bersiap untuk mengungsi, namun membatalkan rencana tersebut setelah air mulai surut.
"Ya awalnya mau mengungsi, tapi tidak jadi karena air sungai sudah turun dan agak tenang," katanya.
Ia menambahkan, meski hujan masih turun, kondisi air laut saat itu tidak sedang pasang.
"Tapi kalau air laut pasang, maka saya dan keluarga sudah mengungsi," ucapnya.
BPBD: Debit Air Berangsur Turun, Warga Diminta Waspada
Kepala BPBD Situbondo, Timbul Surjatno, memastikan bahwa debit air sudah menunjukkan tren penurunan. Ia menjelaskan, tingginya debit air di Situbondo merupakan limpahan dari wilayah Bondowoso.
"Tadi ketinggian air mencapai 340 dan sekarang ketinggian air sudah 310," ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di jembatan limpasan Desa Seliwung karena kondisi gelap dan arus masih deras.
"Untuk masyarakat di bantaran sungai harus waspada dan tidak panik," katanya.
Hingga laporan ini disusun, BPBD memastikan belum ada warga yang terdampak akibat kenaikan debit air tersebut.
"Sampai saat ini belum ada warga yang terdampak," pungkasnya.
(Izi Hartono/TribunJatimTimur.com)