Masuk ke Dapur Warga, Ular Kobra Dievakuasi BPBD Muba
Yandi Triansyah February 24, 2026 07:27 PM

SRIPOKU.COM, SEKAYU – Tim Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil mengevakuasi seekor ular jenis kobra dari pemukiman warga di Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Selasa (24/2/2026). 

Hewan berbisa tersebut dilaporkan masuk ke dalam rumah warga di Jalan H. Nazom Nurhawi sekitar pukul 15.00 WIB.

Laporan bermula saat pemilik rumah melihat ular kobra bersembunyi di bawah kolong meja dapur. 

Menanggapi laporan darurat tersebut, tim BPBD Muba segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan teknis.

Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan tim berhasil mengevakuasi ular jenis kobra yang panjangnya kurang lebih 50 cm. Diketahui ular cobra merupakan jenis ular berbisa yang berbahaya bagi manusia.

"Kita ketahui kobra merupakan jenis ular yang berbisa. Walaupun itu masih berukuran kecil, tetap membahayakan dan berpotensi mengancam keselamatan warga,"ujarnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang saat ini kerap diguyur hujan juga menjadi salah satu faktor meningkatnya kemunculan hewan melata di lingkungan permukiman warga. 

"Cuaca saat ini sedang hujan, biasanya hewan melata sering mencari tempat bersembunyi yang aman dan kering. Karena itu kami mengimbau warga untuk lebih waspada, terutama di area dapur, gudang, dan kolong rumah,"ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah guna mencegah hewan berbisa bersarang.

"Bersihkan tumpukan barang yang tidak terpakai, kayu, seng, atau sampah di sekitar rumah agar tidak menjadi sarang ular. Lingkungan yang rapi dan bersih sangat membantu mencegah kemunculan hewan berbahaya,"tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan atau kondisi lingkungan yang memungkinkan satwa liar masuk ke permukiman.

"Jika menemukan ular atau hewan liar berbahaya lainnya, segera laporkan ke BPBD agar dapat ditangani petugas. Jangan mencoba menangkap sendiri karena risikonya cukup tinggi,"imbaunya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.