Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu mencatat adanya peningkatan pasien.
Di tahun 2024 dari Januari hingga Desember, tercatat ada 14.411 pasien gangguan jiwa yang rawat jalan, sementara untuk rawat inap 4.324 pasien.
Sementara di tahun 2025 dari Januari hingga Desember tercatat ada 15.746 pasien ganguan jiwa yang rawat jalan dan rawat inap ada 4.407 pasien.
Jika dibandikan dari tahun 2024 ke 2025 adanya peningkatan pasien gangguan jiwa.
Kemudian di tahun 2026 dari Januari hingga Februari ada 2.425 pasien gangguan jiwa yang rawat jalan, untuk rawat inap ada 440 pasien.
Direktur Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu dr. Herry Permana mengatakan banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa, salah satu faktor nya ekonomi.
“Ada beberapa gangguan jiwa itu memang yang diakibatkan lebih banyak itu karena faktor ekonomi, sehingga menyebabkan gangguan kejiwaan, kalau untuk saat ini yang disebabkan karena judi online ataupun bentuknya judi itu di kita belum temukan,” ungkap Herry saat diwawancarai TribunBengkulu.com di Kantor UPTD Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu, Selasa (24/2/2026) pukul 12.09 WIB.
Baca juga: Polda Bengkulu Cek Lahan PT Agri Andalas Seluma Diserobot Masyarakat
Ada lagi selain ekonomi, yaitu karena narkoba, tapi untuk yang narkoba biasanya dilakukan rehab dahulu.
Setelah rehab, pasien pulang ke rumah, namun ada gangguan kejiwaan lagi, dan harus dilakukan perawatan.
“Selain ekonomi ada yang narkoba, kalau narkoba kita rehab dulu, setelah rehab, ternyata pasien nya ada gangguan kejiwaan, akhirnya dirawat,” tutur Herry.
Untuk kasus gangguan jiwa yang paling banyak ditangani merupakan gangguan jiwa Skizofrenia.
Herry mengungkapkan, pihaknya banyak menangani pasien dangan gangguan kejiwaan Skizofrenia.
“Gangguan kejiwaan Skizofrenia yang paling banyak kita tangani,” jelas Herry.
Dimana pasien yang mengalami Skizofrenia ini, kerap berhalusinasi seperti mendapatkan bisikan-bisikan.
Lalu pasien mendengarkan bisikan yang aneh seperti melakukan tindakkan yang dapat menyakiti orang lain ataupun diri nya sendiri hingga menyebabkan nyawa orang lain hilang.
“Pasien yang mengalami Skizofrenia ini, kerap berhalusinasi seperti mendapatkan bisikan-bisikan. Bisikan yang aneh seperti melakukan tindakkan yang dapat menyakiti orang lain ataupun diri nya sendiri hingga menyebabkan nyawa orang lain hilang,” kata Herry.
Pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial di 9 Kabupaten dan 1 Kota untuk penangan gangguan kejiwaan.
Pasien yang bisa dikatakan mengalami ganguan kejiwaan ini ketahuan setelah melakukan pemeriksaan di UPTD Khusus RSJK Bengkulu.
“Orang ketahuan jika memiliki gangguan jiwa atau tidak, biasa nya setelah pemeriksaan di RSKJ, Kami juga sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan di 9 Kabupaten dan 1 Kota untuk penangan gangguan kejiwaan,” papar Herry.
“Pihak 9 kabupaten dan 1 Kota dapat menghubungi kami jika memang membutuhkan pelayanan kejiwaan, mulai dari edukasi hingga pengobatan,” tutup Herry.