Sudah 576 Ekor, Program 1.000 Sapi Paser Dikebut Hingga 2029
Miftah Aulia Anggraini February 24, 2026 11:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus merealisasikan program pengadaan 1.000 ekor sapi sebagai salah satu dari 11 program prioritas daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

Program tersebut mulai berjalan sejak tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser.

Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, menyampaikan bahwa hingga tahun 2026 jumlah sapi yang telah direalisasikan telah mencapai 576 ekor.

"Program ini merupakan bagian dari visi pembangunan daerah Paser Tuntas lima tahun ke depan, sejak dimulai pada 2025 hingga tahun ini, sudah 576 ekor sapi yang telah disalurkan ke kelompok tani," terang Djoko, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Disbunak Paser Siapkan 4.800 Dosis Vaksin untuk Cegah Penyebaran Virus LSD

Tahun pertama pelaksanaan, Disbunak Paser telah merealisasikan 438 ekor sapi yang tersebar di Kecamatan Long Ikis, Kecamatan Kuaro, Kecamatan Paser Belengkong, dan Kecamatan Tanah Grogot.

"Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan kelompok tani, ketersediaan pakan, serta sarana pendukung lainnya," tambahnya.

Setiap kelompok penerima juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan teknis, termasuk memiliki kandang yang layak dan komitmen untuk mengembangkan ternak secara berkelanjutan.

Memasuki tahun 2026, Disbunak Paser kembali melanjutkan program tersebut dengan pengadaan 138 ekor sapi.

Baca juga: Disbunak Paser Pastikan Stok Ternak Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Daging Selama Ramadhan

"Sapi-sapi itu didistribusikan ke beberapa kecamatan lain di Paser guna memperluas cakupan penerima manfaat dan mendorong pemerataan pengembangan peternakan sapi potong," ulas Djoko.

Ditegaskan 1.000 ekor sapi merupakan sasaran jangka menengah yang akan dituntaskan hingga akhir 2029, sejalan dengan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser.

"Dari target seribu ekor ini, direncanakan untuk lima tahun. Sisanya akan kami selesaikan secara bertahap sampai akhir 2029, lami optimis target itu dapat tercapai sesuai perencanaan," tambahnya.

Djoko menilai, pemilihan jenis Sapi Bali menjadi strategi utama dalam program yang dijalankan karena dinilai memiliki sejumlah keunggulan.

Baca juga: Bukan Sekedar Bisnis, Peternakan Ayam Disbunak Paser Fokus Kendalikan Inflasi dan Jaga Pasokan

Seperti halnya, mulai dari daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan lokal, efisiensi pakan, hingga tingkat reproduksi yang relatif baik.

"Kami memilih Sapi Bali karena lebih mudah dikembangkan dan sudah terbukti cocok dengan kondisi wilayah Paser. Ketersediaan bibitnya juga lebih terjamin, kalau sapi jenis lain, kendala terbesarnya ialah sulitnya mendapatkan bibit yang sesuai," ungkap Djoko.

Penggunaan Sapi Bali juga dinilai lebih efektif dalam mendukung peningkatan populasi ternak dalam waktu relatif lebih cepat.

Dengan pola pengembangbiakan yang baik, jumlah sapi di tingkat kelompok tani diharapkan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Baca juga: Disbunak Paser Target Kandang Ayam Close House di Desa Padang Jaya Bisa Beroperasi Penuh Juni 2025

"Program pengadaan sapi ini tidak hanya berfokus pada penambahan populasi ternak, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat," ulasnya.

Melalui skema kelompok tani, Djoko berharap tercipta sistem peternakan berbasis komunitas yang saling mendukung, baik dalam pengelolaan pakan, kesehatan hewan, maupun pemasaran hasil ternak.

"Harapan kami, program ini mampu meningkatkan pendapatan peternak, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadikan Paser sebagai salah satu sentra pengembangan sapi potong di Kalimantan Timur," paparnya.

Ke depan, Disbunak Paser juga akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap kelompok penerima bantuan guna memastikan sapi yang telah didistribusikan dapat berkembang dengan baik.

Baca juga: Kandang Ayam Petelur Milik Disbunak Paser di Desa Petangis Hasilkan Ribuan Telur Sekali Panen

Evaluasi rutin dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan program sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.

"Dengan capaian 576 ekor hingga 2026, Pemkab Paser menunjukkan komitmen serius dalam membangun sektor peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan daerah. Sisa target sebanyak 424 ekor, rencananya akan direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2029," pungkas Djoko. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.