TRIBUNNEWS.COM - Di tengah persaingan ketat Super League 2025-2026, Persib Bandung yang saat ini memimpin klasemen sementara harus tetap waspada.
Borneo FC, yang menempati posisi ketiga dengan 46 poin, hanya tertinggal empat poin dari Maung Bandung.
Meski baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Dewa United di pekan ke-22, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa timnya belum menyerah dalam perburuan gelar juara.
Kekalahan tersebut terjadi di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (22/2/2026) malam.
Dewa United unggul lebih dulu melalui dua gol cepat Alex Martins pada menit ke-21 dan 26, sebelum Borneo FC memperkecil skor lewat Komang Teguh di menit ke-33.
Meskipun demikian, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes tetap optimistis.
"Target kami sejak awal adalah meraih poin sebanyak mungkin. Sekarang kami sudah memainkan 22 pertandingan dan baru tergeser ke posisi ketiga," ujar Lefundes, dikutip dari laman Ileague.id.
Pelatih asal Brasil ini menekankan semangat juang timnya hingga akhir musim.
"Bukan hanya kami yang menghadapi mereka, tapi mereka juga harus menghadapi kami." tegas Lefundes.
"Kami akan berjuang sampai akhir kompetisi untuk mencapai target yang sudah kami tetapkan," tambahnya.
Pernyataan ini seolah menjadi peringatan bagi Persib untuk tidak terlalu senang dulu, karena Borneo FC siap bangkit dan mengejar ketertinggalan.
Kekalahan dari Dewa United menunjukkan bahwa Borneo FC memiliki masalah dalam organisasi permainan, terutama saat build-up.
Hal itu pun diakui oleh Fabio Lefundes.
Baca juga: Persib Bandung & Dewa United Angkat Derajat Super League, Liga Indonesia Tembus 18 Besar Asia
"Tapi setelah ada beberapa hal yang kami kehilangan, terutama dalam organisasi permainan, kami kebobolan dan itu memengaruhi konsentrasi tim," kata Lefundes.
Selain itu, meski memiliki beberapa peluang, tim gagal memaksimalkannya.
"Mereka punya banyak peluang, kami juga punya, tapi kami tidak bisa memaksimalkannya," jelasnya.
Lefundes juga melakukan perubahan taktikal di babak pertama, termasuk pergantian pemain untuk memperbaiki build-up.
"Saya sangat tidak suka mengganti pemain sebelum babak pertama selesai. Tapi saat itu kami kesulitan saat build up, jadi ini murni keputusan taktikal, bukan karena pemain bermain buruk," katanya.
Dengan jadwal padat di bulan puasa dan pertandingan melawan tim kuat seperti Arema FC di pekan ke-23 di Stadion Segiri, Borneo FC diharapkan bisa kembali ke tren positif.
Lefundes puas dengan kerja keras tim meski musim belum berakhir, dan optimisme ini menjadi kunci bagi Pesut Etam untuk terus menekan Persib hingga akhir kompetisi.


















(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)