Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Hujan deras memicu luapan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo, Jebres, Solo hingga ke jalan di depan pemukiman warga.
Ketua RW 39 Mojosongo, Andri Priyanto, menjelaskan peristiwa ini terjadi sekitar seminggu lalu.
Masalah ini dipicu oleh tumpukan sampah yang menutup saluran air di sekitar Blok B TPA.
Akibatnya, air meluap dan membawa sampah hingga ke jalanan.
“Kemarin pas sampah masih numpuk di dekat rumah warga itu baru mau dinormalisasi. Yang untuk talud sekitar Blok B tertimbun sampah semua,” ungkap Andri saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).
Meski peristiwa ini terjadi seminggu lalu, video luapan air yang disertai sampah menjadi viral di media sosial.
Salah satu akun Instagram, @surakartahits_, memposting video kejadian tersebut hingga menarik perhatian warganet.
Saat ini, timbunan sampah di TPA Putri Cempo semakin menggunung, mendekati pemukiman warga.
“Air yang di sekitar loading sampah nggak bisa lewat saluran, makanya lewat jalan masuk langsung ke jalan besar di depan warga. Kaya banjir itu. 5-6 hari yang lalu,” jelas Andri.
Setelah kejadian tersebut, pihak TPA membuat saluran air sementara.
Saat hujan deras kembali turun, air dilaporkan sudah tidak meluap ke jalanan.
“Kemarin dibikin saluran kecil yang dari loading sampah ke aliran yang besar. Hari ini udah nggak ini hujan deras,” tambahnya.
Baca juga: TPA Putri Cempo Overload, Pemkot Solo Lempar Ide Ajak Masyarakat Pilah Sampah di Tingkat RT-RW
Seperti diketahui, beban TPA Putri Cempo overload lantaran mencapai 380 ton sampah per hari.
Sebelumnya, Prof. Prabang Setyono, Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, menyatakan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik saat ini belum memenuhi target.
Dari kapasitas 550 ton per hari, baru sekitar 130 ton yang dapat diproses.
Hal ini menyebabkan tumpukan sampah di TPA semakin bertambah.
(*)