Pengurus Ponpes Minta Maaf Jadi Dalang di Balik Video Viral Wali Santri Ngamuk Imbas Anak Digunduli
Ignatia Andra February 24, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Pengurus pondok pesantren berakhir minta maaf karena video yang melibatkan pondoknya telanjur viral di media sosial.

Video itu berisi seorang ibu bersama anaknya terekam mendatangi sebuah Pondok Pesantren.

Dalam video itu, ibu dan anak menghadap pengurus Ponpes di Kabupaten Lumajang Jawa Timur karena ingin protes.

Protes tersebut dikarenakan anaknya digundul oleh pihak Ponpes gara-gara ketahuan merokok.

Video telanjur viral

Sebuah video seorang ibu bersama anaknya mendatangi sebuah Pondok Pesantren di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @kingzadma dan telah ditonton lebih dari 108 ribu kali.

Dalam video, tampak ibu tersebut tidak terima karena anaknya digundul oleh pihak pondok pesantren gara-gara ketahuan merokok.

Sang ibu bahkan mengaku sebagai istri polisi dan mengancam akan menuntut pengurus pondok pesantren tersebut ke polisi.

"Sampean saya viralkan ya gara-gara masalah sepele anak saya digundul," kata ibu dalam video tersebut.

Baca juga: Setelah Orang Misterius Diduga Menyelinap Masuk, Asrama Putri Ponpes Kebakaran

Namun, dalam video tersebut Pengurus ponpes juga nampak tenang menanggapi sang ibu yang sedang marah tersebut.

Ia menerangkan, kebijakan memberi sanksi berupa menggundul rambut adalah peraturan pondok.

"Ini memang peraturan dari dulu kalau merokok memang harus digundul," ujar pengurus pondok dalam video.

Fakta di balik video

Belakangan diketahui, video tersebut ternyata hanya konten yang dibuat oleh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1, Ahmad Syaifudin Amin menjelaskan video tersebut merupakan konten film santri Ponpes Asy Syarifiy.

Menurutnya, dalam video yang dia unggah juga telah dijelaskan bahwa video tersebut merupakan proses di belakang layar dari film santri Ponpes Asy-Syarifiy.

Minta maaf

"Tetapi banyak netizen yang salah paham kemudian tidak membaca caption itu dikira ini kejadian sesungguhnya," ujar Amin, Senin (23/2/2026).

Amin mengaku, film tersebut dibuat untuk memberikan edukasi kepada wali santri agar tidak terlalu mencampuri kebijakan pesantren.

"Di film itu saya hanya ingin mengedukasi karena saat ini banyak wali santri yang terlalu ikut campur dengan kebijakan pondok," jelasnya.

Amin juga menyampaikan permohonan maaf apabila konten yang diunggahnya telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Pondok pesantren nyaris terbakar

Aksi santri membakar gedung pesantren di Aceh viral di media sosial.

Santri tersebut nekat membakar asrama tempatnya belajar pada Jumat (31/10/2025).

Insiden ini terjadi di Dayah (Pesantren) Babul Maghfirah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Alasan di balik santri bakar pesantren karena sering menjadi korban perundungan teman-temannya.

Kebakaran tersebut melahap gedung asrama putra dan menjalar hingga ke bangunan kantin serta rumah salah satu pembina yayasan.

Baca juga: Dendam Santri Bakar Pesantren karena Tak Tahan Sering Dikatai Bodoh, Ingin Lenyapkan Barang Teman

10 Saksi Diperiksa

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono mengatakan, pihaknya telah memeriksa 10 saksi untuk mengungkap kasus ini. 

Para saksi terdiri dari tiga pengasuh, lima santri, seorang penjaga dayah, dan orangtua pelaku.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera CCTV dan pakaian milik terduga pelaku.

Dari hasil penyelidikan, kecurigaan mengarah pada seorang santri kelas 12.

“Hasil pemeriksaan sang anak, ia mengaku telah dengan sengaja membakar gedung asrama putra dengan menggunakan korek mancis yang dipakai untuk membakar kabel yang terdapat di lantai dua gedung asrama putra tersebut,” ujar Joko dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Awal Satpol PP Tak Sengaja Bakar Maling Motor Hidup-hidup, Hendak Lepas Ikatan Berujung Tubuh Hangus

Motif Santri Bakar Gedung Asrama

Kepada penyidik, pelaku mengaku tindakannya dilatarbelakangi rasa sakit hati karena kerap dirundung oleh beberapa temannya.

“Tindakan bullying yang dialami anak pelaku di antaranya sering dikatakan idiot ataupun tolol. Hal tersebut menyebabkan ia merasa tertekan secara mental sehingga timbul niat untuk membakar gedung asrama, dengan tujuan agar semua barang-barang milik teman-temannya yang selama ini sering melakukan bullying terhadap dirinya agar habis terbakar,” tutur Joko.

Karena pelaku masih berstatus anak di bawah umur, penanganan kasus ini dilakukan berdasarkan ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Selama proses penyidikan berlangsung, pelaku akan ditahan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh.

Baca juga: Imbas Putus Cinta, Pemuda Bakar Rumah Kekasihnya, Terkuak Fakta Bikin Haji Mahrup Merugi

Aksi Bakar Gedung Lainnya

Aksi bakar gedung juga dilakukan seorang pemuda karena kesal tak diberi uang. Kelakuan licik itu terjadi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Pemuda itu bahkan meminta ibunya agar melihat kelakuannya membakar rumah. Pelaku adalah seorang pemuda bernama Dicky Ubai (28)

Ia membakar perabotan di rumah orangtuanya hanya karena permintaannya akan uang tidak dipenuhi.

Atas perbuatan biadabnya, Dicky kini harus mendekam di penjara Polres Lubuklinggau. 

Ironisnya, laporan polisi yang menjebloskannya ke sel justru datang dari ibunya sendiri, Herianah, seorang pensiunan guru yang trauma akibat ulah sang anak.

Peristiwa pembakaran itu terjadi dua kali dalam sehari, pada Sabtu (9/8/2025). 

Yang pertama pada pukul 03.00 WIB, kemudian terulang lagi pada pukul 07.00 WIB. 

Untungnya, api cepat diketahui warga, sehingga kebakaran besar bisa dihindari.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan Azwar, kejadian bermula saat Dicky mendatangi rumah ibunya di Jalan Flamboyan I untuk meminta uang sebesar Rp 240 ribu. 

Karena sering diperlakukan tidak baik oleh Dicky, Herianah menolak permintaannya.

"Tersangka langsung berkata, 'tingoke lah ma aku bakar rumah kamu' (lihatlah ma, saya bakar rumah kamu)," tutur Kurniawan, menirukan ancaman pelaku.

Takut dengan ancaman itu, sang ibu mengungsi ke rumah tetangga. 

Api yang membakar pakaian berhasil dipadamkan.

Tragisnya, Dicky yang masih berada di dalam rumah kembali berulah. 

Pagi harinya, warga kembali melihat asap tebal, dan kali ini, tiga kasur pegas ditemukan terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Dugaan sementara, motif di balik aksi nekat Dicky ini adalah kecanduan judi online jenis slot. 

"Dugaan lainnya selain alasan tersangka, tersangka diduga ketagihan judol (slot)," ungkap Kurniawan.

Setelah laporan diterima, Tim Macan Linggau segera bergerak. 

Pada Senin (25/8/2025), polisi mendapatkan informasi bahwa Dicky berada di rumahnya. 

Saat akan ditangkap, Dicky sempat mencoba bersembunyi di atas plafon. Namun usahanya gagal. 

Dia berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau.

Di hadapan penyidik, Dicky mengakui perbuatannya. Ia mengaku sengaja membakar perabotan rumah ibunya karena sakit hati tidak diberi uang dan tidak dipinjami sepeda motor. 

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa bahayanya kecanduan judi online, yang bisa merusak hubungan keluarga dan memicu tindakan kriminal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.