TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Eksplorasi panas bumi PT Ormat Geothermal Indonesia di Luwu Utara sedang hangat jadi perbincangan.
Pasalnya PT Ormat disinyalir berafiliasi dengan Israel.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada perusahaan yang memiliki afiliasi dengan Israel untuk berinvestasi di Sulsel.
Terkait izin PT Ormat Geothermal, hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Mengingat urusan izin bidang pertambangan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Investasi
“Prinsipnya tidak ada izin untuk perusahaan apa pun yang berafiliasi Israel untuk berinvestasi di Sulsel. PTSP kami tidak akan mengeluarkan izin,” ujar Andi Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026) malam.
Apabila terdapat kebijakan dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan perusahaan yang diduga berafiliasi dengan Israel, maka Pemprov Sulsel disebutnya akan meminta dilakukan evaluasi.
“Jika itu dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, maka kita akan meminta untuk dilakukan evaluasi ulang,” ujarnya.
Senada dengannya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel Asrul Sani menjelaskan tidak pernah mengeluarkan izin terkait investasi panas bumi.
Sebab kewenangan provinsi disebutnya tidak sampai perizinan pada eksplorasi tersebut.
"iya itu yang viral, saya klarifikasi bahwa itu proses perizinannya di Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi. Tidak ada satupun izin di Provinsi," kata Asrul Sani saat dihubungi pada Selasa (24/2/2026) malam.
"Saya klarifikasi terkait rencana pengembangan panas bumi, tidak ada proses izin di Provinsi. Semuanya di Pusat," sambungnya.
PT Ormat Geothermal Indonesia pun disebutnya berbasis di Amerika Serikat.
"Perusahaan Amerika, itukan perusahaan terbuka," sambungnya.
Saat ini, status PT Ormat Geothermal Indonesia masih dalam tahap pemenang survei dan eksplorasi.
PT Ormat Geothermal belum ditetapkan sebagai pemenang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) tahap operasi.
Sumber energi panas bumi diketahui tersimpan dalam batuan dan fluida di bawah kerak bumi. Energi ini ramah lingkungan, stabil, dan bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
PT Ormat Geothermal Indonesia sudah siap melakukan eksplorasi panas bumi di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.
Informasi dihimpun, rencana awalnya pengeboran tiga umur kecil berdasarkan studi awal tahun 2024.
Proyek ini berpotensi menjadi sumber energi 30 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 Triliun.
Letak Indonesia di jalur Cincin Api Pasifik membuat potensi panas bumi sangat besar.
Keunggulan energi panas bumi yakni pasokan yang stabil sepanjang tahun dan tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca. (*)