TRIBUNPRIANGAN.COM - Berikut disajikan contoh Teks Kultum Rabu 25 Februari 2026/7 Ramadan 1447 H: Bayar Utang Puasa Ramadan.
Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan.
Selain ibadah puasa 14-15 jam sehari selama sebulan full, umat muslim disunahkan mendirikan ibadah lainnya yang menjadi penting.
Selain itu, para muslim juga diwajibkan untuk terus memperbaharui keimanannya di bulan sebagai nilai tambah pahala.
Salah satu amalan penambah iman di bulan adalah mendengar kultum dari penceramah.
Dimana, biasanya kultum akan mudah ditemui dan disampaiakan sebelum buka puasa, sebelum salat tarawih atau sesudah subuh.
Hal ini bertujuan ntuk menghidupkan malam awal Ramadan dengan semangat beribadah.
Baca juga: Naskah Kultum Singkat 7 Ramadan 1447/2026: Istiqomah di Bulan Ramadan
Untuk itu, berikut ini TribuPriangan telah menyediakan satu naskah kultum shalat subuh, yang bisa digunakan para penceramah terutama di 10 hari awal Ramadan 2026 ini, dengan judul Kewajiban Bayar Hutang Puasa Ramadan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Tak lupa pula Shalawat dan salam atas junjungan kami Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya, yang telah membawa kita dari masa kegelepan ke masa terang menderang.
Hadirin yang berbahagia,
Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an dan firman Allah bahwa puasa Ramadan adalah wajib bagi mereka yang beriman. Namun, bagaimana jika kita mengalami suatu kondisi tertentu yang mengakibatkan kita tidak bisa menunaikan kewajiban kita sebagai umat muslim yang beriman dan bertakwa? Dalam hal ini kita diwajibkan membayar atau mengganti puasa Ramadan yang tidak kita laksanakan setelah bulan Ramadan Selesai.
Baca juga: Naskah Kultum Salat Subuh 6 Ramadan 1447 H/ 24 Februari 2026
Sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 184 memberikan ketentuan mengenai keringanan (rukhshah) bagi umat Islam yang tidak dapat melaksanakan puasa Ramadan karena kondisi tertentu, seperti sakit atau dalam perjalanan. Ayat ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan umatnya dalam beribadah, tanpa memberatkan mereka yang berada dalam situasi sulit.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Ayat ini menekankan kewajiban berpuasa bagi umat Islam, serupa dengan kewajiban yang diberikan kepada umat-umat sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan ketakwaan. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas spiritual.
Baca juga: Teks Kultum Salat Subuh 6 Ramadan 1447 H/ 24 Februari 2026: Anjuran Berbuat Baik di Bulan Mulia
Islam memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa karena alasan kesehatan atau sedang dalam perjalanan. Mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama kondisi tersebut, dengan kewajiban menggantinya di hari lain sebanyak hari yang ditinggalkan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kemudahan dalam ajaran Islam, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ
Artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Surah Al-Baqarah ayat 184 menegaskan kewajiban puasa bagi umat Islam dengan tujuan mencapai ketakwaan. Namun, bagi mereka yang mengalami kondisi tertentu seperti sakit atau dalam perjalanan, Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain sebagaimana tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 185. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(*)