Pesan Tegas Sinta Nuriyah di RS Samsoe Hidajat: Perempuan Jangan Takut Berobat karena Biaya
Rustam Aji February 25, 2026 10:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Istri Presiden ke-4 RI, Sinta Nuriyah Wahid, memberikan pesan mendalam bagi kaum marginal, khususnya perempuan, saat menyambangi Kota Semarang dalam rangkaian Safari Sahur Ramadan 1447 H.

Sinta mengingatkan bahwa kesehatan ibu adalah kunci utama ketahanan sebuah keluarga.

Dalam kunjungannya ke RS Samsoe Hidajat pada Selasa (24/2/2026), tokoh nasional ini menyoroti fenomena perempuan yang kerap mengabaikan kesehatan pribadinya demi mendahulukan kepentingan suami dan anak.

"Perempuan itu sering mendahulukan keluarga. Padahal kalau ibunya tidak sehat, keluarga juga pasti terganggu. Saya harapkan mereka lebih peduli, jangan merasa tidak mampu lalu tidak berobat," ujar Sinta Nuriyah dengan tegas.

Semarang menjadi kota ke-26 yang dikunjungi Sinta dalam tradisi safari sahur yang telah ia jalani selama lebih dari dua dekade sejak masa kepresidenan Gus Dur.

Baca juga: Jelang Pleidoi Botok di Kasus Blokade Pantura, Warga Dirikan Posko Bebas Murni di Depan PN Pati

Fokus utamanya tetap konsisten: menyasar kelompok dhuafa, pekerja informal, dan warga yang sulit mengakses layanan publik.

Lawan Kanker Serviks dengan Deteksi Dini

Senada dengan pesan Sinta, Direktur Utama RS Samsoe Hidajat, dr. Murti Wandrati, menyatakan bahwa kesadaran kesehatan perempuan di tingkat akar rumput memang perlu digenjot. Salah satu ancaman terbesar yang sering terlambat terdeteksi adalah kanker leher rahim (serviks).

"Kanker serviks itu berbahaya karena sering tidak bergejala pada awalnya. Perempuan adalah pusat ketahanan keluarga; kalau wanita sehat, generasi juga sehat," ungkap dr. Murti.

Sebagai langkah nyata menindaklanjuti pesan Sinta Nuriyah, RS Samsoe Hidajat berkomitmen memperkuat layanan skrining ginekologi melalui prosedur pap smear.

Layanan ini bertujuan mendeteksi sel prakanker atau infeksi sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit mematikan.

Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tidak terhambat faktor biaya saat membutuhkan pertolongan medis.

Kehadiran fasilitas kesehatan yang inklusif diharapkan mampu menjadi jaring pengaman sosial bagi warga marginal di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. (Rad)

Baca juga: Aksi Spontan Berbuntut Hukum: Warga Desa Palon Blora Dipolisikan Usai Rusak Jalan Cor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.