Doa Puasa Ramadan Hari Ketujuh: Tulisan Arab, Latin, Lengkap dengan Arti dan Maknanya
Siti Umnah February 25, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM - Memasuki hari ketujuh di bulan suci Ramadan, umat Muslim kini berada di penghujung fase sepuluh hari pertama yang penuh dengan rahmat (rahmah). Di titik ini, konsistensi ibadah mulai diuji oleh rasa lelah secara fisik.

Oleh karena itu, memanjatkan doa khusus di hari ketujuh menjadi sangat penting sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah SWT agar tetap diberikan kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah, baik yang wajib maupun sunnah.

Berikut adalah teks doa puasa Ramadan hari ketujuh dalam tulisan Arab, Latin, beserta arti dan maknanya yang mendalam.

Baca juga: Bayar Zakat Online Sah atau Tidak? Ini Penjelasan MUI Hingga Baznas Soal Hukum Digitalisasi Zakat

Doa Puasa Ramadan Hari Ketujuh

Teks Arab:

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Teks Latin:

Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi wa jannibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmihi warzuqnî fîhi dzikrika bidawâmihi bitaufîqika Yâ hâdiyal mudhillîn.

Artinya:

"Ya Allah, bantulah aku untuk berpuasa dan shalat malam serta jauhkan aku dari kesia-siaan dan perbuatan dosa. Anugrahi aku di dalamnya dengan dawamnya ingat pada-Mu dengan taufik-Mu wahai yang menunjuki orang tersesat."

Makna dan Kandungan Doa Hari Ke-7

Doa di atas mengandung empat poin utama yang menjadi kebutuhan setiap Muslim selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan:

1. Memohon Pertolongan dalam Beribadah (I'anah)

Kalimat A’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi merupakan pengakuan bahwa kita adalah hamba yang lemah. Tanpa pertolongan Allah, mustahil bagi kita untuk menyelesaikan puasa dengan sempurna dan melaksanakan shalat malam (Tarawih dan Tahajud) dengan istiqamah.

2. Perlindungan dari Kesia-siaan

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Kita memohon agar dijauhkan dari hafawâtihi (kesalahan yang tidak disengaja/kesia-siaan) dan âtsâmihi (dosa). Tujuannya agar pahala puasa kita tidak gugur akibat lisan yang tidak terjaga atau perbuatan yang sia-sia.

3. Keistiqamahan dalam Berdzikir

Poin ketiga adalah memohon anugerah agar bisa terus mengingat Allah secara dawam (berkesinambungan). Ingat kepada Allah di waktu luang maupun sempit akan menjaga hati tetap tenang selama berpuasa.

4. Mengakui Allah sebagai Pemberi Petunjuk

Doa ini ditutup dengan asmaul husna Yâ hâdiyal mudhillîn (Wahai yang menunjuki orang tersesat). Ini adalah bentuk tawasul agar Allah senantiasa membimbing langkah kita agar tidak melenceng dari syariat-Nya.

Tips Memaksimalkan Hari Ketujuh Ramadan

Selain membaca doa di atas, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas ibadah di hari ketujuh:

  • Evaluasi Ibadah: Periksa kembali apakah shalat lima waktu kita sudah tepat waktu dan bagaimana kualitas tadarus Al-Quran kita dalam sepekan terakhir.
  • Menjaga Lisan: Mulailah lebih selektif dalam berbicara agar terhindar dari ghibah yang dapat mengurangi pahala puasa.
  • Sedekah Subuh: Memasuki fase transisi minggu pertama, perbanyak sedekah sebagai penguat amal jariyah.

Semoga dengan mengamalkan doa ini, Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya agar kita bisa menyelesaikan sisa bulan Ramadan dengan penuh keberkahan. Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.