Sosok Habib Syarief, Anggota DPR yang Minta Awardee LPDP Didata Ulang Imbas Ulah Dwi Sasetyaningtyas
Musahadah February 25, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Habib Syarief, anggota Komisi X DPR RI yang meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan pendataan ulang terhadap para alumni penerima beasiswa (awardee).

Pernyataan Habib Syarief ini menanggapi kontroversi alumnus penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas yang justru tidak mau anak-anaknya menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah tinggal di Inggris. 

Dalam video yang diunggah di media sosial, Dwi Sasetyaningtyas mengucapkan kalimat: cukup saya WNI, anak jangan".

Menurut Habib Syarief, pendataan ulang ini dimaksudkan untuk melihat komitmen para alumni penerima beasiswa LPDP untuk Indonesia.

"Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia. Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas," ujar Syarief dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Sosok 4 Menteri dan Wamen yang Mereaksi Ucapan Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP Tak Mau Anak WNI

Ia menjelaskan, LPDP merupakan salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Peningkatan kualitas SDM tersebut tidak hanya untuk individu penerima beasiswa, melainkan juga ditujukan untuk masyarakat lewat pengabdiannya di Indonesia.

"Bahwa saat ini kondisi bangsa belum seperti yang mereka idealkan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya, bukan malah menunjukkan penyesalan sebagai WNI," ujar Syarief.

Syarief juga meminta LPDP memperketat seleksi bagi calon penerima beasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.

Ia mengingatkan bahwa LPDP berasal dari uang rakyat yang harus dijawab dengan integritas dan komitmen penerima beasiswa, bukan sekadar kecakapan akademik.

"Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan. Penerima beasiswa harus memiliki integritas dan komitmen kuat karena ini menggunakan uang negara," ujar Syarief.

Siapakah Habib Syarief?

Habib Syarif Muhammad Al-Aydrus lahir di Bandung pada 5 November 1954. 

Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Krapyak. 

Dia  kemudian berkuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan lulus pada tahun 1981.

Tercata sejak tahun 1982, Habib Syarief bergabung dengan Nahdlatul Ulama (NU). 

Ia menjabat berbagai jabatan seperti Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Kota Bandung dan Ketua Pengurus Wilayah NU di Jawa Barat.

Pada tahun 1998, Habib Syarief bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa, partai yang pada awalnya dibentuk sebagai kendaraan partai bagi NU. 

Ia sendiri diangkat menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah partai untuk wilayah Jawa Barat di tahun yang sama.

Pada tahun 2024, ia diangkat menjadi anggota Dewan Syuro di Dewan Pengurus Pusat partai.

Ia juga memiliki peran di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai anggota Dewan Penasihat MUI wilayah Jawa Barat.

Karir di Parlemen

Sebelum mencalonkan diri sebagai anggota DPR, Habib Syarief pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat pada periode 2014 - 2019.

Pada tahun 2024, ia memutuskan untuk mencalonkan diri kembali sebagai anggota legislatif untuk DPR. 

Ia memutuskan untuk mencalonkan untuk pertama kalinya semenjak ia bergabung dengan PKB karena ingin memberikan motivasi kepada anggota PKB lainnya yang ia anggap telah tercemar idealisme dan pragmatisme, dua hal yang ia pandang sebagai hal negatif.

Pada pemilu 2024, Habib Syarief terpilih sebagai anggota DPR dengan mendulang 51.801 suara. 

Ia kemudian menjabat sebagai anggota Badan Legislasi dan Komisi X.

Konten Viral Dwi Sasetyaningtyas

GANTI RUGI - Kolase foto Dwi Sasetyaningtyas yang sebut tak mau anaknya jadi WNI. Suaminya kini dihantui sanksi ganti rugi beasiswa LPDP.
GANTI RUGI - Kolase foto Dwi Sasetyaningtyas yang sebut tak mau anaknya jadi WNI. Suaminya kini dihantui sanksi ganti rugi beasiswa LPDP. (Kolase instagram Dwi Sasetyaningtyas)

Sebelumnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus Dwi Sasetyaningtyas yang ramai menuai kontroversi.

Dwi Sasetyaningtyas, yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat viral di berbagai media sosial karena postingannya.

Kronologi ini cukup panjang, karena awalnya netizen hanya fokus pada konten Dwi yang dianggap cukup merendahkan negara yang sudah membiayai dirinya kuliah.

Baca juga: Viral Cukup Saya WNI, Anggota DPR Ingatkan Beasiswa LPDP Berasal dari Uang Rakyat

Masalah semakin membesar, ketika banyak netizen mengulik kehidupan pribadi awardee LPDP ini termasuk dugaan suaminya yang belum menuntaskan kewajiban sebagai penerima LPDP.

Kasus ini bermula dari Dwi yang membagikan satu konten di Instagram dan Threads miliknya.

Isinya mengenai anak keduanya yang resmi jadi WNA Inggris/British Citizen.

"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," tulisnya dalam salah satu konten.

Baca juga: Stella Christie Sentil Penerima LPDP Viral Cukup Saya WNI: Beasiswa Amanah, Bukan Fasilitas

Netizen banyak geram, merasa narasi tersebut kurang bijak dilontarkan seorang awardee LPDP.

Banyak netizen yang merasa, sebagai awardee LPDP tidak patut menghina negaranya sendiri yang sudah membantunya untuk kuliah.

Belakangan, suami dari Dwi Sasetyaningtyas juga merupakan penerima beasiswa LPDP yang diduga belum menjalankan pengabdian di Indonesia.

Sebagian sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/02/24/09314601/lpdp-diminta-data-ulang-komitmen-alumni-penerima-beasiswa-buntut-viral-cukup.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.