Viral! Penampakan Rafflesia harjatii, Spesies Baru Rafflesia dari Kalimantan Timur
Briandena Silvania Sestiani February 25, 2026 11:09 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menambah daftar kekayaan hayati Indonesia.

Tim peneliti lembaga tersebut berhasil mengidentifikasi satu spesies baru bunga Rafflesia yang berasal dari Kalimantan Timur dan secara resmi diberi nama Rafflesia harjatii. 

Temuan ini menjadi kabar penting dalam dunia botani Indonesia karena mempertegas status ilmiah bunga yang sebelumnya masih menyisakan tanda tanya dalam aspek taksonomi atau klasifikasi ilmiahnya.

Spesies ini sebenarnya pertama kali ditemukan dalam kondisi mekar pada 2022 di kawasan konsesi hutan PT ITCI–Kartika Utama (ITCI-KU), tepatnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Namun saat itu, status taksonomi bunga tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah karena identifikasi hanya berdasarkan pengamatan lapangan tanpa kajian mendalam.

Taksonomi sendiri merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari pengelompokan dan penamaan makhluk hidup berdasarkan karakteristik tertentu.

Baca juga: Viral! Detik-Detik Mobil Pengangkut Ayam Tenggelam Bersama Kapal Feri di Kukar

Wilayah Kalimantan dikenal sebagai salah satu habitat penting bunga Rafflesia.

Pulau ini memiliki kawasan hutan luas yang relatif sulit diakses dan menjadi rumah bagi sedikitnya delapan spesies Rafflesia. 

Bahkan, tiga di antaranya masih menjadi perdebatan status ilmiahnya karena keterbatasan data morfologi dan dokumentasi lapangan.

Kondisi inilah yang mendorong BRIN meluncurkan inisiatif eksplorasi lanjutan untuk mengkaji lebih dalam keberadaan Rafflesia di Kalimantan Timur.

Hasil penelitian lanjutan tersebut akhirnya memastikan bahwa bunga yang ditemukan di kawasan ITCI-KU itu merupakan spesies baru dan secara resmi diberi nama Rafflesia harjatii.

Temuan ini dipublikasikan pada Januari 2026 dalam jurnal ilmiah internasional Sains Malaysiana dengan judul “Rafflesia harjatii (Rafflesiaceae) sp. nov., A New Species from East Kalimantan, Indonesia”. Istilah “sp. nov.” dalam publikasi ilmiah berarti species nova atau spesies baru.

Tim peneliti yang terlibat dalam studi ini terdiri dari Ridha Mahyuni, Agus Susatya, Sudarmono, Dian Latifah, Willie Smits, dan Arief Priyadi.

Publikasi ilmiah tersebut sekaligus menjadi pengakuan resmi komunitas ilmiah terhadap status Rafflesia harjatii sebagai spesies baru dalam famili Rafflesiaceae.

Perbedaan Rafflesia harjatii dengan Rafflesia Lainnya

RAFFLESIA HARJATII - Penampakan Rafflesia harjatii, spesies baru Rafflesia dari Kalimantan Timur. Ini yang membedakannya dengan Rafflesia lain (Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN))

Secara morfologi atau bentuk fisik, Rafflesia harjatii memiliki karakteristik yang membedakannya dari spesies Rafflesia lain yang telah diakui keberadaannya di Kalimantan, yakni R. hasseltii, R. keithii, R. tuan-mudae, dan R. pricei.

Morfologi adalah studi tentang bentuk dan struktur organisme, termasuk ukuran, warna, dan susunan bagian tubuhnya.

Di antara kelima spesies tersebut, Rafflesia harjatii tercatat sebagai yang memiliki ukuran bunga paling kecil.

Kuncup dewasanya berdiameter antara 8,4 hingga 10 sentimeter. Ciri mencolok lainnya terletak pada bagian kutil atau tonjolan kecil di permukaan bunga.

Kutil pada R. harjatii berjumlah banyak, berukuran kecil, dan berwarna jingga tua yang seragam dengan warna lobus perigone dan diafragma.

Lobus perigone sendiri merupakan bagian mahkota bunga yang tampak seperti kelopak besar khas Rafflesia, sedangkan diafragma adalah struktur melingkar di bagian tengah bunga yang menyerupai cakram.

Pada spesies Rafflesia lain di Kalimantan, pola kutil menunjukkan variasi ukuran dan warna, mulai dari putih hingga jingga muda yang kontras dengan lobus perigone berwarna jingga tua.

Perbedaan paling mencolok lainnya adalah keberadaan struktur jendela dan jumlah anulus.

Struktur jendela adalah celah atau lubang kecil pada permukaan dalam diafragma bunga.

Rafflesia harjatii tidak memiliki struktur jendela tersebut, sementara empat spesies lainnya memilikinya. 

Selain itu, R. harjatii hanya memiliki satu anulus, yakni cincin struktur melingkar di bagian dalam bunga, sedangkan spesies lain memiliki dua anulus.

Perbandingan morfologi dengan spesies yang tidak lengkap deskripsinya, seperti R. borneensis, R. witkampii, dan R. ciliata, relatif sulit dilakukan karena keterbatasan data ilmiah.

Namun demikian, R. harjatii menunjukkan kemiripan paling dekat dengan R. tengku-adlinii, terutama karena keduanya sama-sama tidak memiliki struktur jendela pada permukaan dalam diafragma.

Karakter ketiadaan struktur jendela ini juga dijumpai pada beberapa spesies lain seperti Rafflesia patma dan Rafflesia zollingeriana.

Penamaan spesies baru ini pun memiliki latar belakang tersendiri. Dalam publikasi penelitiannya disebutkan bahwa spesies tersebut dinamai Rafflesia harjatii untuk menghormati Harjati Hashim Djojohadikusumo.

Pemberian nama ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya yang signifikan dalam bidang konservasi alam, khususnya terkait habitat hutan tempat spesies ini ditemukan.

Selama bertahun-tahun, Harjati diketahui aktif memimpin berbagai organisasi, termasuk Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Wadah Foundation, yang mendorong berbagai inisiatif di bidang pendidikan, sosial, serta konservasi lingkungan.

Habitat Rafflesia harjatii

Dari sisi habitat, Rafflesia harjatii ditemukan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Spesies ini tumbuh sebagai parasit pada tanaman inang Tetrastigma leucostaphyllum dari famili Vitaceae. Rafflesia memang dikenal sebagai tumbuhan parasit obligat, artinya seluruh siklus hidupnya bergantung pada tanaman inang tertentu dan tidak memiliki daun, batang, maupun akar sejati.

Lokasi penelitian berada di hutan sekunder tua campuran Dipterocarpaceae. Hutan sekunder tua adalah kawasan hutan yang pernah mengalami gangguan seperti penebangan, tetapi telah mengalami regenerasi alami dalam jangka waktu cukup lama.

Dipterocarpaceae sendiri adalah famili pohon hutan tropis yang mendominasi hutan hujan dataran rendah Asia Tenggara.

Kawasan tersebut sebelumnya merupakan hutan hujan dataran rendah Dipterocarpaceae yang telah mengalami penebangan dan kini termasuk dalam konsesi hutan ITCI-KU.

Jenis pohon dominan di lokasi itu meliputi Polyalthia tanuipes, Shorea laevis, Diplospora malaccensis, Neonaulea gigantea, dan Xanthophyllum macrophyllum.

Secara ekologis, Rafflesia harjatii ditemukan pada ketinggian antara 325 hingga 329 meter di atas permukaan laut, dengan kemiringan lahan sedang sekitar 10 hingga 25 persen.

Kondisi tanah memiliki tingkat keasaman atau pH antara 5,4 hingga 7, yang tergolong agak asam hingga netral, dengan kelembapan tanah mencapai 89 persen.

Faktor-faktor lingkungan ini menunjukkan bahwa spesies tersebut memerlukan kondisi mikrohabitat tertentu untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Bunga ini diketahui mekar pada periode November hingga Desember. Siklus mekarnya yang terbatas dan ketergantungan pada tanaman inang menjadikan konservasi habitat sebagai aspek krusial untuk mempertahankan keberadaan spesies ini.

Penemuan dan konfirmasi ilmiah Rafflesia harjatii menegaskan bahwa Kalimantan Timur masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap. Penelitian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya eksplorasi dan dokumentasi ilmiah berkelanjutan, terutama di kawasan hutan yang sebelumnya kurang tersentuh penelitian mendalam.

Dengan publikasi resmi di jurnal internasional, status Rafflesia harjatii kini tidak lagi menjadi spekulasi, melainkan telah tercatat dalam literatur ilmiah dunia sebagai spesies baru dari Indonesia.

Temuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi hutan di Sepaku dan sekitarnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian habitat alami merupakan kunci utama menjaga keberlangsungan flora endemik Nusantara.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/23/183000265/brin-temukan-spesies-rafflesia-baru-di-kalimantan-timur-apa-namanya-?page=all#page2.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.