Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pihak kepolisian masih selidiki kasus pencurian uang Rp 400 juta dalam mobil di sebuah kios ikan hias di Nunyai, Rajabasa, Bandar Lampung.
Dimana penyelidikan kasus tersebut diambil alih oleh tim Polresta Bandar Lampung.
Maling menggasak uang Rp 400 juta milik pembeli ikan hias di kios Nunyai, Kelurahan Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Selasa (24/2/2026) sekira pukul 16.45 WIB.
Kapolsek Labuhan Ratu, Kompol Budi Harto membenarkan adanya kejadian korban kehilangan uang Rp 400 Juta.
"Jadi kejadiannya kemarin sore ada korban bawa mobil kehilangan uang Rp 400 juta dan kami langsung ke TKP bersama tim Polresta Bandar Lampung," kata Budi.
Baca Juga Pencurian Uang Rp 400 Juta Dalam Mobil di Rajabasa, Pelaku Diduga 2 Orang
Ia mengatakan, korban turun dari mobil untuk membeli ikan di kios ikan tersebut dan mesin mobil masih dalam keadaan hidup.
Yully Kartika, saksi mata yang merupakan pedagang pecel lele Bengkel Perut Mas Edi 3, Yully Kartika mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa ada kejadian kehilangan uang Rp 400 Juta di samping tempat dagangannya atau di kios ikan.
"Saya sih gak lihat pastinya karena saya jam 16.30 WIB lagi sibuk buka warung. Tetapi memang ada korban atau pembeli ikan yang membawa mobil kehilangan uang ratusan juta tersebut," kata saksi Yully Kartika, saat diwawancarai Tribun Lampung, Selasa (24/2/2026) pukul 23.45 WIB.
"Saya buka warung 16.30 WIB dan kemungkinan kejadian kehilangan uang ratusan juta dalam mobil tersebut sekitar jam 16.45 wib kejadiannya. Kios ikan tersebut tutupnya jam 17.00 WIB," terusnya.
"Korban ini membeli ikan hias sebentar katanya dan bilang kalau pintu mobilnya tak dikunci, tapi memang korban ini sering beli ikan karena langganan," kata Kartika.
Dikatakannya, korban pada saat kejadian tidak panik namun langsung pergi meninggalkan lokasi.
"Kemungkinan saat perjalanan korban ini paniknya dan langsung ke kantor polisi melaporkan kejadian tersebut," ujar Kartika.
"Kalau pecah kaca kita pasti dengar dan tahu, tapi ini saya tak dengar heboh dan korban langsung membuat laporan polisi," terusnya.
Lalu usai magrib, korban bersama polisi datang lagi ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) raibnya uang ratusan juta tersebut.
"Tadi pas olah TKP korban bersama istrinya, dan sepertinya korban sendiri pada saat kejadian," kata Kartika.
Kartika menjelaskan, pedagang ikan lainnya yang sempat melihat ada motor yang memepet ke mobil korban.
"Pelaku yang menggondol uang ratusan juta tersebut diduga ada 2 orang. Satu pakai masker dan kupluk dan satu pelaku lagi pakai helm," terangnya.
Para pelaku menggunakan motor besar seperti Yamaha Vixon atau Honda Mega Pro.
Ia mengatakan, korban sudah tua dan mampir ke kios ikan membeli ikan sebentar, dan diduga pintu mobil tidak dalam keadaan terkunci.
Ia sempat mendengar jika yang korban habis dari Bank BNI (Bank Nasional Indonesia) mengambil uang lalu mampir ke kios ikan.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)