Dosen UNIKA St. Paulus Ruteng Menginspirasi Siswa SMAS Keberbakatan Olahraga San Bernardino Lembata
Nofri Fuka February 25, 2026 02:40 PM

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA - Suasana penuh antusias mewarnai kunjungan Dr. Wahyuni Purnami, M.Pd., dosen dari Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, ke SMAS Keberbakatan Olahraga San Bernardino Lembata pada Selasa (24/2/2026).

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga perjumpaan inspiratif yang membuka cakrawala para siswa dalam menyiapkan pilihan studi lanjut setelah menamatkan pendidikan SMA.

Dalam sesi motivasi, bertempat di aula SMAS Keberbakatan Olahraga San Bernardino, Dr. Wahyuni menekankan pentingnya sikap bijak dan terencana dalam memilih perguruan tinggi. Salah satu hal mendasar yang disorotinya adalah akreditasi program studi dan institusi.

Menurutnya, akreditasi merupakan cerminan mutu akademik, tata kelola kampus, serta kualitas lulusan yang sangat menentukan daya saing mahasiswa di masa depan.

 

Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Makin Unggul, Kini Tambah 2 Profesor dan 4 Lektor Kepala

 

 

Ia kemudian memperkenalkan UNIKA St. Paulus Ruteng yang saat ini memiliki 15 program studi, meliputi Teologi, Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, Matematika, Bahasa dan Sastra Indonesia, PAUD, PPG, Keperawatan, Kebidanan, Profesi Ners, Profesi Kebidanan, Sosial Ekonomi Pertanian, Agronomi, Peternakan, dan Teknik Sipil. 

Dari keseluruhan program tersebut, beberapa telah meraih akreditasi Unggul, seperti Teologi dan PGSD. Akreditasi Baik Sekali diraih oleh Pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa dan Sastra Indonesia, Keperawatan, serta Profesi Ners, sementara program lainnya berada pada kategori Baik.

Terkait pembiayaan, Dr. Wahyuni menjelaskan bahwa sistem pembayaran kuliah dilakukan empat kali dalam setahun, dengan biaya yang bervariasi sesuai program studi—mulai dari Rp7.350.000 hingga Rp18.417.689. Ia juga menegaskan bahwa pendaftaran mahasiswa baru di UNIKA St. Paulus Ruteng tidak dipungut biaya. 

Selain itu, disampaikan pula bahwa beberapa bidang studi telah memiliki jalur Pendidikan Profesi Guru (PPG), seperti Bahasa Inggris dan Matematika, sehingga membuka peluang lebih luas bagi lulusan yang bercita-cita menjadi pendidik profesional.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa. Kepala Sekolah SMAS Keberbakatan Olahraga San Bernardino Lembata, Yohanes Paulus Bataona, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut. 

Menurutnya, kehadiran dosen UNIKA bukan sekadar promosi kampus, melainkan perjumpaan bermakna yang menyalakan kembali mimpi-mimpi besar para siswa. Dalam dialog hangat yang terjadi, ditegaskan bahwa siswa tidak boleh berhenti bermimpi hanya sampai di bangku SMA.

Pendidikan tinggi adalah jalan penting untuk memperluas wawasan dan membuka masa depan, termasuk bagi anak-anak dari wilayah dengan keterbatasan fasilitas.

Menjawab kekhawatiran soal biaya, Dr. Wahyuni juga mendorong siswa untuk aktif mencari dan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa, baik dari pemerintah maupun lembaga swasta. Informasi ini dinilai kepala sekolah sebagai pencerahan yang membuka harapan baru bagi siswa dan orang tua.

Sebagai pemerhati pendidikan di Indonesia Timur, Dr. Wahyuni menegaskan bahwa meskipun Nusa Tenggara Timur masih menghadapi berbagai tantangan infrastruktur dan akses, anak-anak NTT memiliki kemampuan dan daya saing yang tidak kalah dengan daerah lain. 

Kisah personalnya tentang keberhasilan anak-anaknya meraih beasiswa LPDP dan menempuh studi di luar negeri berangkat dari NTT menjadi sumber inspirasi kuat bagi para siswa. Ia menekankan bahwa keyakinan, niat, kerja keras, dan penyertaan Tuhan adalah kunci utama setiap pencapaian.

Di akhir kegiatan, Jordanus No Kia Namang, siswa kelas XII menyampaikan pandangannya bahwa UNIKA St. Paulus Ruteng merupakan salah satu kampus rujukan dan favorit yang layak menjadi pilihan siswa-siswi dari Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ruteng, Kupang, hingga daratan Timor. 

Kunjungan ini pun diharapkan menjadi “suntikan motivasi” agar para siswa semakin percaya diri, berani bermimpi, dan tekun menyiapkan masa depan pendidikan mereka, meskipun berasal dari daerah dengan segala keterbatasan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.