- Media sosial dihebohkan dengan laporan pesawat tanker Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terbang di wilayah Indonesia.
Sebagian warganet menilai hal tersebut sebagai bagian dari misi terkoordinasi untuk mendukung aset serangan jarak jauh.
Kabar soal pesawat militer AS terbang di wilayah Indonesia dibagikan akun X Open Source Intel, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan pantauan pelacakan penerbangan terbuka, tiga tanker USAF tersebut diduga menjalankan misi "drag" untuk mendukung pesawat pengebom jarak jauh.
Sejumlah akun pengamat militer internasional menyebut kemungkinan misi itu terkait dengan empat unit pembom B-52 Stratofortress.
Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS.
Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menilai perlintasan pesawat militer asing di atas wilayah Indonesia bukanlah hal baru.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kewajiban memberikan hak lintas damai atau Right of Innocent Passage (ROIP) sesuai hukum laut internasional.
"Jangan kaget melihat pesawat USAF lewat wilayah Indonesia... Perlintasan seperti ini sudah rutin terjadi," ujar Gerry di X pribadinya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, hak lintas damai di Indonesia diberikan melalui tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yakni ALKI I, ALKI II, dan ALKI III.
Jalur tersebut dapat digunakan kapal maupun pesawat, baik sipil maupun militer, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanannya, pesawat atau kapal yang melintas wajib menyalakan transponder dan tidak diperkenankan menggunakan radar kendali tembak (fire control radar).
Sementara penggunaan radar pencarian (search radar) masih diperbolehkan.
Jika hendak singgah di pelabuhan atau bandara Indonesia, maka tidak lagi menggunakan mekanisme tersebut.
Pesawat atau kapal harus mengajukan izin resmi sesuai prosedur diplomatik dan pertahanan.
Gerry menambahkan, perlintasan militer semacam ini tidak hanya dilakukan oleh AS dan Australia, tetapi juga China.
Oleh karena itu, para pengamat menilai pergerakan pesawat tanker AS tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman