Dikutip dari Al Arabiya, kapal induk USS Gerald R. Ford berlabuh di pangkalan AS di Teluk Souda, Kreta pada Senin (23/2/2026).
Lokasi tersebut juga menjadi markas militer NATO di Mediterania.
Demonstran menuduh pemerintah Yunani membantu AS dalam memuluskan agenda perang imperialisnya.
Oleh karena itu, mereka mendesak agar pangkalan AS di Souda ditutup.
"Bagi mereka yang mendukung rencana Amerika ini, yang konon untuk (...) membangun demokrasi di Iran, padahal perang yang direncanakan sebenarnya adalah untuk sumber daya energi, untuk kepentingan geostrategis Iran, dan untuk jalur energi," ujar demonstran.
Di sisi lain, AS terus mengerahkan kekuatan militernya ke Timur Tengah saat ketegangan dengan Iran meningkat.
Washington memiliki lebih dari selusin kapal perang di kawasan tersebut.
Satu kapal induk yakni USS Abraham Lincoln, sembilan kapal perusak, dan tiga kapal tempur pesisir.
Sangat jarang terdapat dua kapal induk AS yang membawa puluhan pesawat tempur dan diawaki oleh ribuan pelaut di Timur Tengah.
(*)
# Kapal Induk # Diusir # Pangkalan Laut # Yunani # Iran #