Sosialisasi Program JKN: Membangun Kesadaran Gotong Royong dan Pola Hidup Sehat
Rustam Aji February 25, 2026 04:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, Purwokerto - Kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan bagaimana menjaga pola hidup sehat seringkali baru muncul saat jatuh sakit.

Fenomena inilah yang menjadi latar belakang Sosialisasi Program JKN digelar di Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap pada Senin (23/2/2026).

Sosialisasi Program JKN diselenggarakan atas kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto dengan Komisi IX DPR RI.

Informasi yang memadai akan membantu masyarakat memahami manfaat, hak, dan kewajiban sebagai peserta JKN sehingga dapat memanfaatkan Program JKN dengan lebih optimal.

“Kami senantiasa mengawasi jalannya program pemerintah hingga ke pelosok untuk memastikan akses yang luas bagi masyarakat. Melalui Sosialisasi Program JKN harapannya masyarakat semakin teredukasi dan bertanggung jawab untuk menjalankan pola hidup sehat di masa yang akan datang” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, S.Sos.

jkn-2-oke
HADIRI SOSIALISASI - Sosialisasi Program JKN digelar di Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap pada Senin (23/2/2026).

Setiap Warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama atas layanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.

Baca juga: Tanpa Biaya Tambahan, Jaryati Ceritakan Pengalaman Operasi Fraktur Sang Anak Pakai JKN di Banyumas

Namun, tarif biaya layanan kesehatan yang kian tinggi tentu menjadi beban finansial.

Di sinilah Program JKN memainkan perannya sebagai andalan utama masyarakat dalam pembiayaan layanan kesehatan.

“Program JKN memberikan perlindungan nyata melalui pembiayaan perawatan kesehatan atas beragam penyakit seperti gagal ginjal, jantung, kanker dan lainnya. Dalam menjamin kelangsungan program ini, keseimbangan antara iuran dan klaim Program JKN harus kita jaga bersama. Perilaku hidup masyarakat juga harus diperbaiki dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” tuturnya.

Skrining Riwayat Kesehatan

Teti menambahkan bahwa saat ini pemerintah dan BPJS Kesehatan juga terus mendorong pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan gratis untuk masyarakat mendeteksi risiko 14 penyakit kronis.

Skrining bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, Whatsapp PANDAWA 08118165165, atau datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar. 

“Penting bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi terkait perlindungan kesehatan. Ketika masyarakat sadar akan manfaat Program JKN, mereka akan lebih proaktif untuk mendaftar dan memanfaatkan fasilitas yang ada,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri.

Baca juga: Tanpa Biaya Tambahan, Jaryati Ceritakan Pengalaman Operasi Fraktur Sang Anak Pakai JKN di Banyumas

Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan senantiasa hadir memberikan solusi perlindungan terbaik dan akses kesehatan yang adil dan merata. 

Niken berharap agar peserta JKN yang telah mendapatkan edukasi terkait Program JKN ini, dapat turut membagikannya kepada masyarakat lainnya.

“Prinsip gotong royong dalam Program JKN telah membentuk solidaritas sosial yang kuat di antara masyarakat. Peserta JKN yang sehat membantu yang sakit. Peserta JKN yang mampu secara finansial akan membantu yang kurang mampu,” ungkapnya.

Partisipasi aktif dan kesadaran kolektif peserta JKN terutama dalam kaitannya dengan pembayaran iuran rutin merupakan kunci keberlanjutan Program JKN.

Program ini hadir dalam bentuk mekanisme asuransi sosial dengan nilai gotong royong di dalamnya. Tanpa kontribusi dari peserta JKN, tentu program ini tidak akan bisa berjalan optimal. (po)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.