Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bulan suci Ramadhan membawa berkah bagi penjual kerupuk mie di Bogor.
Pasalnya, selama bulan puasa ini penjual kerupuk berwarna kuning tersebut mengalami peningkatan pesanan.
Tak heran penjual kerupuk mie kebanjiran order karena memang menjadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa.
Seperti halnya Saepudin, penjual kerupuk mie di Kampung Kaum Pandak, Kelurarahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Ia menyulap tempat tinggalnya yang berada di bibir Setu Sela menjadi tempat produksi kerupuk mie siap konsumsi.
Di area depan rumahnya, pria berusia 66 tahun menggoreng kerupuk mie menggunakan wajan berukuran besar di tungku kompor gas.
Kerupuk mie mentah direndam dalam minyak panas beberapa saat hingga mengembang kemudian ditiriskan lalu dibungkus plastik dan siap edar.
"Kalau saya engga produksi, cuma goreng aja, abis goreng dijual ke pengecer-pengecer gitu, ngambil kerupuknya dari pabrik," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Selama bulan suci Ramadhan ini, orderan kerupuk mie-nya meningkat drastis karena tingginya minat masyarakat.
Kerupuk mie yang renyah dan gurih tersebut dapat dinikmati dengan kombinasi sambal kacang ataupum asinan.
Karena kelezatannya itulah kerupuk berbahan tepung tapioka tersebut menjadi target masyarat yang tak bisa dilewatkan saat berburu takjil.
Selama periode ini, dalam sehari mampu menghabiskan lima bal kerupuk mie yang setiap satu balnya memiliki berat 5 kilogram dengan isi sekitar 150 pcs.
Kerupuk mie yang digorengnya dijual ke pengecer-pengecer, bahkan ia menyebut ada juga pengecer dari wilayah Depok yang datang langsung untuk mengambil barang.
"Meningkat kalau bulan puasa, lumayan lah hasilnya perhari kita bisa dapet sampe lima bal, lima bal 25 kilo. Sehari habis, sehari habis. Kita harga jualnya satunya Rp1.200," terangnya.