NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Memasuki sepekan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, rencana mudik mulai ramai diperbincangkan warga, termasuk di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Namun di tengah persiapan pulang kampung, kabar mengenai program mudik gratis menjadi penantian bagi masyarakat di berbagai daerah.
Di wilayah kepulauan Natuna, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Natuna memastikan, untuk tahun 2026 ini belum ada program mudik gratis yang disiapkan pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dishub Natuna, Hasanuddin.
Ia mengatakan hingga saat ini belum ada arahan maupun kebijakan terkait pelaksanaan mudik gratis.
“Kalau tahun ini sampai sekarang belum ada arahan dan kebijakan dari pimpinan. Kalau memang dalam waktu dekat mudik nanti ada, akan kita sampaikan,” ujar Hasanuddin saat ditemui Tribunbatam.id, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, program mudik gratis itu sempat dilaksanakan pihaknya sekitar tahun 2023 lalu.
Saat itu, fasilitas yang diberikan berupa kapal gratis untuk rute antar kecamatan di wilayah pulau-pulau Natuna.
“Untuk kapal penumpang domestik memang belum pernah kita adakan program tiket gratis,” ujarnya.
Meski belum ada program dari daerah, kata Hasanuddin, masyarakat Natuna tetap bisa memanfaatkan stimulus dari pemerintah pusat berupa potongan harga tiket kapal laut.
Pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 5 April 2026.
Diskon tersebut berlaku untuk pembelian melalui situs resmi PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).
“Untuk saat ini yang bisa dinikmati masyarakat Natuna itu ada program dari pusat, yaitu diskon 30 persen tiket kapal PELNI,” katanya.
Berbeda dengan daerah lain yang didominasi jalur darat, arus mudik di Natuna sepenuhnya bergantung pada jadwal kapal laut.
Menurut Hasanuddin, puncak arus mudik biasanya terjadi sekitar sepekan sebelum Hari Raya Idulfitri, sedangkan arus balik memuncak sekitar sepekan setelah lebaran.
“Untuk puncak arus mudik dan arus balik di Natuna ini mengikuti jadwal kapal. Biasanya seminggu sebelum lebaran itu arus mudik dan sepekan setelah lebaran itu puncak arus balik,” ujarnya.
Adapun armada yang melayani rute Natuna selama periode mudik 2026 mualaikum dari KM Bukit Raya, KM Sabuk Nusantara 110, KM Sabuk Nusantara 48, KM Sabuk Nusantara 36, dan KMP Bahtera Nusantara 01.
Dishub memastikan seluruh armada dalam kondisi aman dan siap melayani penumpang selama periode mudik.
Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau perkembangan di lapangan.
Jika terjadi lonjakan penumpang atau kendala pada rute tertentu, Dishub akan menyurati pihak PELNI untuk meminta penambahan armada.
“Biasanya kami surati dua minggu sebelum lebaran, kalau memang ada lonjakan penumpang, dan kendala di rute tertentu,” ujarnya.
Hasanuddin menambahkan, sejauh ini pelaksanaan mudik di Natuna relatif lancar setiap tahunnya tanpa kendala berarti.
"Kita berharap arus mudik dan arus balik di Natuna bisa berjalan lancar. Dan kami siap memberikan pelayanan prima saat puncak arus mudik di setiap pelabuhan,” tuturnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)