TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau stok minyak goreng kemasan Minyakita di Gudang Bulog Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Rabu (25/2/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya minyak goreng, tetap aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, periode yang identik dengan lonjakan konsumsi masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan ketersediaan pasokan sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga di pasaran.
Baca juga: Minyakita Langka dan Mahal, Satgas Pangan Sidak Pasar Tanjung Jember
“Kami ingin memastikan kebutuhan sembako, termasuk minyak goreng, tercukupi. Karena ketersediaan barang akan berkaitan dengan harga di pasaran,” ujarnya.
Perum Bulog memproyeksikan konsumsi minyak goreng selama Ramadan hingga Idulfitri meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.
Stok 38 Ribu Liter, Tambahan 100 Ribu Liter Dalam Perjalanan
Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menjelaskan saat ini stok Minyakita di gudang mencapai 38 ribu liter.
Baca juga: Harga MinyaKita Dijual di Atas HET, Pemkab Lumajang akan Gelar Operasi Pasar
Selain itu, terdapat tambahan pasokan sekitar 100 ribu liter yang masih dalam perjalanan menuju Banyuwangi. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
“Sejak 20 Desember hingga kemarin, kami juga sudah menyalurkan 368 ribu liter ke 108 kios di Banyuwangi,” kata Dwiana.
Ia menambahkan, Bulog hanya mendistribusikan sekitar 35 persen dari total Minyakita yang beredar. Sisanya disalurkan langsung oleh produsen melalui distributor masing-masing.
Bulog bersama Satgas Pangan terus memantau penjualan Minyakita agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Pedagang yang menjual di atas ketentuan dapat dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Distribusi Minyakita dari Bulog ke pedagang atau pengecer juga dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kapasitas masing-masing kios.
Dwiana mencontohkan, kios di Pasar Banyuwangi Kota mampu menampung 50–100 karton per minggu, sementara di Pasar Blambangan sekitar 75–100 karton. Adapun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa menerima lebih banyak karena kapasitas gudang dan perputaran barang yang lebih besar.
Baca juga: Dijual di Atas HET, DPRD Jember Temukan Minyakita Volumenya Kurang 100 Ml
Untuk menjadi pengecer Minyakita dari Bulog, pelaku usaha wajib memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki KTP, NPWP, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pendaftaran dilakukan melalui sistem digital yang juga digunakan dalam distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Setiap transaksi pemesanan akan tercatat, termasuk jumlah dan lokasi suplai.
“Ketika melakukan pemesanan, data akan tercatat di sistem, termasuk jumlah dan lokasi suplai,” jelas Dwiana.
Dengan pengawasan stok, distribusi, dan harga yang terpantau, pemerintah daerah berharap pasokan Minyakita tetap aman dan harga stabil selama Ramadan hingga Idulfitri.