Investasi Karawang Melonjak, Hunian Modern Semakin Menjamur, DPMPTSP Sebut Cermin Daya Saing
Joseph Wesly February 25, 2026 05:39 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Investasi di Karawang, Jawa Barat terus melonjak, hal itu membuat hunian modern semakin geliat dan menjamur.

Sepanjang 2025, realisasi investasi daerah ini melampaui target, mencapai Rp70,77 triliun atau 102 persen dari target Rp69,30 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, Iwan Ridwan, menyatakan capaian tersebut mencerminkan daya saing Karawang yang tetap kuat di tingkat nasional.

Pertumbuhan tersebut didukung konektivitas infrastruktur yang semakin terintegrasi.

Akses Tol Jakarta-Cikampek, layanan Kereta Cepat Whoosh, kedekatan dengan bandara dan pelabuhan, serta dukungan Terminal Petikemas Dawuan dan Terminal Barang Klari, Karawang memiliki ekosistem industri dan logistik yang kompetitif.

Kondisi ini mendorong ekspansi sektor manufaktur, logistik, dan perdagangan dalam skala besar.

"Untuk tahun ini target investasi meningkat lagi dibandingkan tahun 2025 lalu," kata Iwan saat dikonfirmasi pada Rabu (25/2/2026).

Efek berganda dari pertumbuhan investasi terlihat pada meningkatnya serapan tenaga kerja dan mobilitas profesional.

Aktivitas ekonomi yang semakin dinamis turut mendorong kebutuhan akan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga terintegrasi dengan fasilitas pendidikan, komersial, dan gaya hidup.

Menjawab perkembangan tersebut, LippoLand melalui Lippo Karawang memperkenalkan SilverTree Collection, yang terdiri dari tipe Silver Beta Livin (mulai dari Rp382 juta, cash keras, exclude PPN) dan TreeTops Livin, dengan harga mulai dari Rp632 juta (cash keras, exclude PPN).

Hunian ini dirancang dengan pendekatan modern dan fungsional untuk menjawab kebutuhan keluarga muda maupun profesional yang menginginkan keseimbangan antara kualitas lingkungan tinggal dan aksesibilitas kawasan.

Di samping itu, mengingat tingginya animo konsumen, Lippo Karawang juga melanjutkan pengembangan hunian Kozy Livin dengan harga mulai dari Rp842 juta.

"Langkah ini menjadi bagian dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat fondasi kawasan sekaligus mendukung pertumbuhan Karawang sebagai pusat ekonomi regional," kata Deputy Chief Operating Officer Lippo Karawang, Fritz Atmodjo dalam keterangan.

Ia mengatakan pengembangan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun kawasan yang adaptif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Karawang menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pihaknya melihat kebutuhan hunian akan terus berkembang seiring bertambahnya aktivitas industri dan bisnis.

"Karena itu, setiap pengembangan dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai bagian dari ekosistem kawasan yang terus bertumbuh,” ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur dan iklim investasi yang terus berkembang, Lippo Karawang menempatkan pengembangan hunian sebagai bagian dari visi jangka panjang membangun kawasan terencana dan berkelanjutan—selaras dengan komitmen LippoLand dalam menghadirkan pengembangan properti yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.