TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo membuka pendaftaran program mudik gratis Lebaran 2026 bagi warga yang merantau di Jakarta dan sekitarnya.
Ada delapan bus yang disiapkan dengan kapasitas total 375 kursi.
Pembukaan pendaftaran mudik gratis Lebaran 2026 ini disampaikan lewat akun resmi Instagram Pemkab Wonosobo di @wonosobohebat, Rabu (25/2/2026).
Dalam pengumuman itu dijelaskan, satu di antara syarat peserta mudik gratis Pemkab Wonosobo adalah memiliki KTP atau Kartu Keluarga berdomisili Wonosobo.
Selain itu, peserta adalah pekerja di sektor informal dan bisa mendaftarkan maksimal empat orang dalam satu Kartu Keluarga.
Baca juga: Pemkab Wonosobo Siap Gelar Pasar Murah, Paket Sembako Isi Beras dan Minyak Goreng Ditebus Rp10 Ribu
Program ini juga melibatkan dukungan paguyuban perantau, termasuk Ikatan Keluarga Wonosobo (IKW), untuk membantu koordinasi peserta di perantauan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menjelaskan, keberangkatan mudik gratis Lebaran 2026 akan dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi agar pelaksanaannya lebih optimal.
“Nanti akan dikoordinasikan provinsi, jadi bareng-bareng berangkatnya," ungkapnya.
Menurutnya, koordinasi dengan Pemprov Jateng diharapkan dapat menambah jumlah armada sehingga semakin banyak warga yang bisa terlayani.
"Semakin banyak bus untuk fasilitasi mudik gratis Jakarta-Wonosobo jadi lebih banyak warga yang kita layani," ujarnya.
Setibanya di Wonosobo, para pemudik dijadwalkan turun di pendopo kabupaten agar lebih mudah dijemput keluarga sekaligus menjamin keamanan barang bawaan.
Afif menegaskan, fasilitas tersebut merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat perantau.
“Nanti turunnya di pendopo, keluarga bisa jemput di pendopo jadi pasti mereka bawa barang-barang aman,” katanya.
Ia juga menyoroti risiko kriminalitas yang sering terjadi saat perjalanan mudik mandiri.
“Jangan sampai, jauh-jauh dari Jakarta, pulang pengin ketemu keluarga, pengin berbagai, malah kecopetan."
"(Program mudik gratis) ini bagian dari melayani masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Nekat Rakit Petasan Pakai Mesin Gerinda, Remaja di Wonosobo Alami Luka Bakar Akibat Ledakan
Pemerintah daerah berharap, program ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama pekerja sektor informal yang terdampak biaya transportasi saat musim mudik.
Afif menambahkan, tujuan utama program mudik gratis tersebut adalah membantu warga agar tetap bisa berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri 2026.
“Intinya, membantu mereka agar bisa pulang,” ujarnya.
Dengan kuota terbatas, masyarakat yang memenuhi syarat diimbau segera mendaftar melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN). (*)