Gandeng FFI, Tribun Network Siap Gelar Turnamen Futsal Pelajar di 20 Kota
Subur Dani February 25, 2026 06:36 PM

Tahun ini, Tribun Network bersiap menggelar kompetisi antarpelajar bertajuk Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026, yang direncanakan berlangsung di 20 kota dengan partisipasi lebih dari 700 tim pelajar dari berbagai daerah.

Sebagai langkah awal, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi bersama Commercial Director Hadrianus Tjiptyantoro menerima audiensi jajaran FFI yang dipimpin Ketua Umum Michael Victor Sianipar di Kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/2/2026). 

Baca juga: V-Green-Tribun Network Jalin Kerjasama Penyediaan Charging Station Vinfast EV

Pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama penyelenggaraan TPAAF sekaligus bentuk dukungan terhadap pembinaan dan kompetisi futsal kelompok umur.

Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menegaskan kalau penguatan sektor grassroots menjadi prasyarat utama dalam membangun prestasi futsal nasional. Menurutnya, sebelum berbicara tentang capaian di level elite, fondasi di level usia dini harus diperkuat secara sistematis.

“Futsal adalah olahraga yang sangat merakyat. Ke mana pun kami pergi di Indonesia, pasti ada yang bermain futsal,” ujar Michael dalam sesi podcast bersama Tribunnews.

Baca juga: CEO Tribun Network Dahlan Dahi Raih MAW Talk Awards 2025 Kategori Tokoh Media Berpengaruh

Ia menjelaskan, dari sisi aksesibilitas, futsal memiliki keunggulan signifikan. Ketersediaan lapangan yang lebih kecil dan mudah diakses membuat olahraga ini tumbuh pesat di lingkungan sekolah. Hampir seluruh sekolah memiliki kegiatan futsal, sehingga kompetisi di level sekolah dan lokal berkembang masif.

“Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar talent pool yang bisa dibangun. Ini menjadi modal penting bagi federasi,” jelasnya.

Michael juga menyambut positif inisiatif Tribun Network yang menghadirkan kompetisi pelajar berskala nasional. Menurutnya, dukungan sektor swasta sangat krusial untuk memperluas jangkauan pencarian bakat, khususnya di luar kota-kota besar dan Pulau Jawa.

Baca juga: Tribun Buat Platform Jual Beli Produk UMKM Cenderaloka, Gratis untuk Pelaku Usaha yang Ingin Gabung

“Dengan kompetisi di banyak daerah, jalur yang selama ini terputus bisa terbuka kembali. Ini sangat membantu federasi dalam melakukan talent scouting secara lebih merata,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan kalau regulasi kompetisi pelajar perlu pendekatan yang adaptif. Tidak seluruh standar liga profesional dapat diterapkan secara identik di level sekolah, namun prinsip pembinaan tetap harus dijaga.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah format pertandingan. FFI mendorong agar setiap tim memperoleh jumlah laga yang memadai, bukan sekadar sistem gugur yang membatasi proses evaluasi dan pengembangan.

Sejalan dengan arahan tersebut, TPAAF 2026 dirancang menggunakan fase grup agar setiap peserta mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak.

Baca juga: VIDEO - Puasa Tanpa Niat Saat Ramadan Tidak Sah, Tgk Alizar: Niat Wajib Dilakukan pada Malam Hari

“Pengembangan olahraga membutuhkan proses. Idealnya kompetisi tidak langsung gugur, sehingga ada ruang evaluasi dan perbaikan,” tegas Michael.

Melalui kolaborasi ini, Tribun Network dan FFI berharap TPAAF 2026 dapat menjadi platform strategis untuk memperkuat ekosistem futsal pelajar, memperluas basis talenta nasional, serta membangun fondasi prestasi futsal Indonesia secara berkelanjutan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.