Rekap Banjir Bali 2026, Bule-bule Tak Sangka, Ular Muncul, Anjing Kabur, 350 Orang Dievakuasi
Ngurah Adi Kusuma February 25, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banjir di awal tahun 2026 di Bali menjadi perhatian banyak pihak karena tak hanya merugikan secara material namun juga secara immaterial.

Hingga saat ini, ada beberapa kejadian membuat banyak orang mulai mempertanyakan kondisi bali jika diterjang hujan deras selama beberapa hari.

Salah satu pihak yang tak menyangka Bali akan menanggung banjir yang cukup berat adalah para wisatawan yang hendak datang untuk berlibur namun disambut oleh bencana banjir.

Tak hanya itu, hewan-hewan yang berbahaya bisa saja keluar dari ekosistemnya seperti ular-ular besar yang muncul ke pemukiman akibat banjir.

Baca juga: ANAK Putus Sekolah di Bali Tertinggi di Buleleng, Capai 8.125 Anak, Badung Sejumlah 2.341 Anak 

Berikut rekap bencana banjir Bali 2026 yang dihimpun oleh TribunBali.

Evakuasi banjir di Jalan Gurita I Denpasar. 33 Titik di Denpasar Bali Terendam Banjir, Tanggul Sungai Jebol di Siulan (Tribun Bali/Putu Supartika)

1. Bule Tak Sangka Bali akan Banjir

Seorang wisatawan asing atau Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat, Hector Benavides (50), heran dan tidak menyangka Bali bisa dilanda banjir. 

“Bali adalah kota yang indah di dunia, tidak ada dalam pikiran saya Bali banjir. Di mana hujan terjadi sejak tiga hari terakhir secara ekstrem,”

“Saya tahu itu bahwa pemerintah sini pasti menangani masalah banjir ini dengan cepat,” ujar Hector saat ditemui di Jalan Dewi Sri Legian, Kecamatan Kuta, kemarin.

Baca juga: Toko Emas di Jembrana Merugi Rp2,4 Miliar Lebih, Security Curi Emas, Gondol Ratusan Perhiasan Emas

2. Denpasar Dikepung Titik Banjir

Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, banjir melanda 51 titik di wilayah Provinsi Bali. 

Kota Denpasar tercatat paling banyak dilanda banjir dengan sebanyak 39 titik. Kabupaten Badung tercatat sebanyak 12 titik terendam banjir.

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana mengatakan Sanur menjadi lokasi terbanyak terendam banjir. 

Adapun wilayah Sanur yang terdampak yakni jalan by Pass Ngurah Rai No. 259, air mencapai ketinggian selutut orang dewasa. 

Koordinator TSC BPBD Kota Denpasar, I Gusti Ketut Kartika Udayana memaparkan, timnya melakukan evakuasi warga di tiga titik. 

“Ada di Jalan Bumi Ayu, Jalan Pungutan Sanur, dan di Jalan Gurita ini,” paparnya.

“Banyak yang memilih bertahan di rumah saat kami evakuasi. Untuk kedalaman air bervariasi, paling tinggi sepinggang yang paling Tengah,” paparnya.

Pelaksanaan bersih-bersih oleh siswa pasca banjir yang merendam SDN 18 Sesetan Denpasar
Pelaksanaan bersih-bersih oleh siswa pasca banjir yang merendam SDN 18 Sesetan Denpasar (Tidak Ada/istimewa)

3. Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Banjir tak hanya merendam pemukiman warga di Kota Denpasar, namun juga merendam sekolah pada Selasa 24 Februari 2026. 

Akibatnya beberapa siswa SD dan SMP harus belajar daring di rumah masing-masing.

Satu di antaranya SDN 4 Sanur, di Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar yang dilanda banjir setinggi paha orang dewasa. 

Kondisi ini memaksa siswa belajar daring di rumah masing-masing. 

Salah seorang guru di SDN 4 Sanur, Putu Febriasa Suryanata mengatakan 576 siswa dari kelas I hingga kelas VI terdampak. 

“Air di depan sekolah juga tinggi, jadi sulit masuk ke sekolah, apalagi untuk siswa. Jadi untuk keselamatan, sekolah membuat kebijakan belajar daring,” kata guru Agama Hindu ini.

Ia pun mengaku belum tahu sampai kapan air akan menggenangi halaman sekolah dan ruang kelas. 

Pasalnya hingga pagi hujan masih tetap turun disertai dengan angin yang cukup kencang. 

“Kami juga tidak tahu sampai kapan niki hujannya akan berhenti. Jadi itu langkah terbaik kami untuk anak-anak sembari menunggu airnya surut,” paparnya.

Baca juga: 4 Residivis Kembali Masuk Bui dalam Operasi Narkoba Polresta Denpasar, Gulung 37 Tersangka Sebulan

KOSTER - Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pemenuhan Hak Administrasi Kependudukan bagi Anak Terlantar di Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa 24 Februari 2026. Ia memberikan keterangan terkait cuaca ekstrem yang terjadi di Bali beberapa hari terakhir.
KOSTER - Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pemenuhan Hak Administrasi Kependudukan bagi Anak Terlantar di Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa 24 Februari 2026. (Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

4. Gubernur Koster Imbau Masyarakat Berhati-hati

Gubernur Bali, Wayan Koster angkat bicara ketika ditemui di agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pemenuhan Hak Administrasi Kependudukan bagi Anak Terlantar di Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa 24 Februari 2026.

“Banjir sedang diatasi oleh Kepala BPBD, karena dari Sabtu yang lalu hujannya tak henti dari pagi sampai malam, dari malam sampai pagi,” jelas Koster.

Lebih lanjut Koster mengatakan belum membuka posko bencana sebab bencana banjir masih ditangani BPBD Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota. Ia pun mengingatkan kembali alat deteksi dini untuk banjir. 

“BPBD sudah memasang alat untuk deteksi dini. Kalau memang ada hal yang rawan itu ada ini, ada sirine yang berbunyi untuk penanganan darurat,” imbuhnya.

Koster mengimbau pada masyarakat agar lebih berhati-hati saat bepergian. 

“Kalau enggak perlu sekali hindari bepergian yang jauh, apalagi ada jalur atau daerah akan melewati rawan banjir,” sambungnya.

ULAR  - Tangkap layar penemuan ular besar di bencana banjir Bali 2026
ULAR - Tangkap layar penemuan ular besar di bencana banjir Bali 2026 (Istimewa)

5. Ular Besar Berkeliaran

Bencana banjir Bali 2026 ini membuat banyak satwa liar yang sebelumnya tak pernah muncul tiba-tiba muncul di pemukiman warga.

Salah satunya adalah seekor ular yang memiliki panjang lebih dari 2 meter keluar dari habitatnya dan berenang di Kepaon, Denpasar.

Kemunculan satwa liar tersebut terekam warga dan sempat mengundang perhatian. 

Warga diimbau tetap waspada selama musim hujan, terutama saat banjir melanda. Satwa liar seperti ular berpotensi muncul di area pemukiman akibat perubahan kondisi lingkungan.

EVAKUASI -  Proses evakuasi anjing oleh personel Ditsamapta Polda Bali
EVAKUASI - Proses evakuasi anjing oleh personel Ditsamapta Polda Bali (Istimewa)

6. Anjing Dievakuasi Pakai Boat

Selain hewan-hewan liar yang bermunculan, Personel dari Ditsamapta Polda Bali di lapangan turut mengevakuasi hewan peliharaan milik warga.

Evakuasi ini unik karena menggunakan kapal boat yang ditarik oleh personel Polda Bali tersebut.

Dengan semangat kemanusiaan dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup, proses evakuasi dilakukan secara sigap dan penuh perhatian demi memastikan seluruh warga termasuk hewan peliharaan dapat melewati bencana dengan selamat.

7. Bali Dikepung Banjir

Banjir di Bali ini tak hanya terfokus di satu area saja, namun menurut BPBD Bali, bencana ini terjadi di seluruh pulau.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya melaporkan data kejadian di 76 titik, banjir di 42 titik, tanah longsor di 5 titik, tanggul jebol di 1 titik, angin puting beliung di 1 titik, pohon tumbang 2 titik, senderan jebol di 4 titik. 

Dengan sebaran di Kabupaten/Kota : 

a. Gianyar: 5 titik (4 titik pohon tumbang dan 1 titik tanah longsor)

b. Buleleng: 4 titik (2 titik pohon tumbang dan 2 titik tanah longsor)

c. Tabanan: 5 titik (2 titik pohon tumbang, 2 titik banjir, 1 titik tanah longsor)

d. Denpasar: 36 titik (30 titik banjir, 2 titik pohon tumbang, 1 titik tanggul jebol, 1 titik angin puting beliung, 1 titik tanah longsor, 1 senderan jebol)

e. Badung: 12 titik (10 titik banjir dan 2 titik pohon tumbang)

f. Klungkung: 1 titik pohon tumbang

g. Jembrana: 1 titik pohon tumbang

h. Karangasem: 12 titik (9 titik pohon tumbang, 3 senderan jebol)

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.