TRIBUNTRENDS.COM - Siswa sering memerlukan kunci jawaban saat mengerjakan tugas dari guru atau belajar secara mandiri untuk mengecek jawaban yang mereka buat.
kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 untuk buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Edisi 1 karya Bambang Trimansyah, diterbitkan oleh Pusat Perbukuan KemendikbudRistek Tahun 2022.
Halaman 161 memuat tiga soal Ayo Berlatih Bab 5 tentang Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal,
1. Carilah sebuah cerpen berlatar sejarah yang sudah dipublikasikan di media massa. Temukan unsur instrinsik di dalam cerpen tersebut. Identifikasi fakta sebagai sarana cerita dan fiksi yang disajikan penulis.
Kunci Jawaban:
Unsur intrinsik dalam cerpen yaitu tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, dan gaya bahasa.
Cerpen berlatar sejarah yang saya dapatkan dari media massa berjudul 'Sepuluh Kejadian' yang diterbitkan oleh koran Kompas pada 7 Januari 2024.
Judul cerpen: Sepuluh Kejadian
Penulis: Ranang Aji SP
Tema: Keluarga, politik, dan pertemanan
Tokoh atau penokohan:
1) Ayah Aku: pantang menyerah dan tidak mudah mengeluh
2) Ibu Aku: penyabar dan tidak mudah mengeluh
3) Aku: penurut dan tidak mudah menyerah
4) Pak Yasin: dermawan karena meminjamkan uang untuk membayar orang yang membantu pemakaman Ayah Aku
5) Lek Parman: baik hati, bertanggung jawab karena membawa Aku untuk bekerja
6) Koh Mekel: tidak bertanggung jawab karena menghilang dan tidak membayar upah pekerja
7) Fandi: setia kawan tapi dengan cara yang salah, membantu Aku mendapatkan uang dengan merampok dan membunuh
8) Fatimah: gadis cantik yang tampak baik hati dan pemalu, yang disukai oleh Aku
Alur cerita:
Alur campuran, cerpen dibuat dalam fragmen-fragmen oleh penulis dari tahun ke tahun yang diceritakan secara tidak berurutan.
Latar:
- waktu: tahun 1971, tahun 1980, tahun 1982, tahun1985, tahun 1995, tahun 1997, tahun 1998, pagi, siang, sore, dan malam
- tempat: gedung sekolah menengah pertama, rumah Aku, area pemakaman, area konstruksi di Jakarta, di bawah pohon akasia, daerah Depok, daerah Bogor, terminal Depok
- keadaan: kesusahan tokoh utama, keprihatinan, kesedihan, dan keterharuan dalam hidup
Gaya bahasa:
Gaya bahasa dalam cerpen 'Sepuluh Kejadian' memuat kata-kata kiasan ataupun denotasi sesuai dengan fragmen cerita.
Fragmen-fragmen cerita yang disuguhkan oleh penulis, maksudnya untuk menemukan bentuk baru dengan teknik fraksionasi.
Adapun fakta yang dimuat dalam cerita yaitu:
1) Perihal Ayah Aku yang dituduh sebagai PKI pada tahun 1982 sehingga dirinya dipensiunkan dini sebagai guru.
2) Perihal kupon Porkas pada tahun 1980 yang pernah dilegalkan oleh Soeharto, dan oleh tokoh Ayah Aku menjadi kegemarannya setelah tidak bekerja sebagi guru.
3) Perihal kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998, Fandi terlibat di dalamnya dengan merampok dan membunuh untuk mendapatkan uang yang diberikan kepada Aku.
Sementara, fiksi yang dimuat dalam cerita sangat banyak, yaitu:
1) Nama-nama tokoh lain yang dilibatkan dalam cerita seperti Pak Yasin, Lek Parman, dan Koh Mekel.
2) Tempat-tempat yang diceritakan seperti gedung sekolah, di bawah pohon akasia, bedeng, dan sebagainya.
3) Peristiwa kemalangan yang dialami Aku dan keluarganya tetapi mengikuti fakta yang ada, dan sebagainya.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Hal 161: Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 187 188: Mengenal Kebudayaan di Wilayah Perkotaan
Tabel 5.3 Analisis Fakta, Asumsi, dan Opini
Unsur Teks Uraian
Fakta
Asumsi
Opini
Kunci Jawaban:
Analisis Fakta, Asumsi, dan Opini
1. Fakta
- Seperti yang terjadi dalam World Expo Milan 2015. Saat itu Malaysia menyuguhkan rendang dan sate di pavilunnya.
- Peluncuran buku terbarunya Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, di Kedai Tjikini, Jakarta, Sabtu (17/12/2016).
- Fadly adalah sejarawan Universitas Padjadjaran yang fokus pada studi sejarah kuliner Indonesia.
- Hal-hal penting yang dibahas dalam buku ini di antaranya akar pembentukan makanan di Indonesia sejak masa kuno hingga masa Presiden Sukarno, pengaruh global yang memperkaya khazanah kuliner Nusantara, perkembangan ilmu makanan dan gastronomi hingga penyusunan buku masakan Indonesia.
2. Asumsi
- Hubungan Indonesia dan Malaysia beberapa kali sempat menghangat lantaran klaim Malaysia terhadap beberapa produk budaya Indonesia. Salah satu produk budaya yang sempat diakui khas Malaysia adalah rendang.
- Fenomena "wisata kuliner" dan industri makanan di Indonesia berkembang begitu menggairahkan beberapa tahun terakhir.
- Itulah salah satu misi Fadly menerbitkan Jejak Rasa Nusantara:Sejarah Makanan Indonesia.
- Karena bobot isinya, Andreas mengapresiasi terbitnya buku ini sebagai karya penting untuk menguak sejarah kuliner Indonesia.
3. Opini
- "Klaim-klaim kuliner itu sebenarnya menggelikan, bukan menggelisahkan. Karena makanan adalah produk budaya yang mudah diadopsi, dimodifikasi, dan diduplikasi oleh siapa pun, ujar Fadly Rahman.
- Menurutnya, sikap reaktif terhadap klaim kuliner seperti itu menunjukkan masih minimnya tingkat literasi masyarakat kita terhadap budayanya sendiri.
Ditambah lagi studi terhadap budaya kuliner, terutama terkait sejarahnya, juga setali tiga uang.
- "Saya yang relatif lebih dulu menulis soal-soal kuliner ini merasa kesepian. Seakan-akan, kok, tidak ada yang mau menulis soal kuliner Indonesia?" ujar Andreas.
- "Tapi, sebenarnya langka itu bukan berarti tidak ada sumber. Sumber sejarah kita, teks serat misalnya, memang implisit sifatnya. Tetapi, sebenarnya serat itu lebih kaya nuansa. Karena selain peristiwa ia juga merekam suasana. Itu yang tidak ditemukan dalam sumber Barat," imbuhnya.
(Tribunsumsel.com/Vanda Rosetiati/TribunTrends.com/Ivanna Putri)