Hikmah Bintangi Sinetron Religi, Aktor Kawakan Tio Pakusadewo Beber Pencapaian Spiritual
Achmad Maudhody February 25, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nama Tio Pakusadewo sudah tak asing di dunia akting tanah air.

Ia merupakan salah satu aktor kawakan yang tetap eksis meski usianya sudah tak lagi muda.

Meski begitu, perjalanan panjang Tio di dunia akting rupanya terus memberikan pelajaran baru bagi sang aktor.

Lima tahun terlibat dalam sinetron religi Para Pencari Tuhan (PPT), Tio mengaku memiliki pencapaian baru di sisi spiritual.

Kini, Ia mengaku mulai hafal sejumlah surat-surat pendek dalam Al-Qur'an.

“Iya. Saya hafal beberapa surat di PPT," kata Tio Pakusadewo dalam wawancara virtual, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (25/2/2026).

Tio sendiri mengaku tak percaya bahwa dirinya bisa menghafal ayat Al-Quran dalam beberapa surat-surat pendek setelah membintangi sinetron religi itu.

"Dan itu sulit dijangkau sama pikiran gue sendiri," katanya. 

"Pokoknya asyiklah. Oke,” ujar Tio sambil terkekeh.

Menurutnya, proses syuting yang sarat dengan adegan ibadah dan nuansa religi membuatnya terbiasa membaca serta mendengar ayat-ayat suci yang membuatnya mulai hafal.

Tak hanya itu, kebiasaan melihat rekan-rekannya shalat di sela-sela syuting juga memberi pengaruh positif. Ia bahkan sempat bercanda saat ditanya soal kebiasaan pakai peci.

“Habis salat Ashar,” katanya.

Baca juga: Nyinyiran Salah Sasaran, Alyssa Soebandono Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP: Biaya Sendiri

Bagi Tio, alasan untuk tetap mau membintangi sinetron religi tersebut karena cinta yang tak bersyarat.

“Cinta, cinta tak bersyarat," ucap Tio.

Perjalanan Tio di PPT diawali sejak jilid 15 di tahun 2022 lalu. Ketika itu Tio sedang dalam proses berusaha menghilangkan kecanduan dari barang haram, narkotika.

Dua Kali Alami Stroke

Aktor senior Tio Pakusadewo mengaku sempat dua kali mengalami stroke sejak 2020 silam.

Kondisi tersebut membuatnya harus mengonsumsi obat setiap hati.

"Alhamdulillah udah stroke 2 kali. ya tapi dokter menyarankan untuk beli obat hipertensi, tapi seumur hidup," kata Tio Pakusadewo di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (8/4/2025).

Tio justru menolak, ia tidak mau sisa hidupnya bergantung pada obat.

Ia kemudian memilih untuk mengonsumsi obat tradisional yang dirasa bisa membuat kondisinya lebih bugar.

"Tapi saya gak mau. jadi sehari saya gak minum (obat) apa apa. cuman madu dan daun kelor. dan berusaha untuk terus bergerak setiap hari, terutama berenang," ujar Tio.

Pria berusia 61 tahun ini menceritakan momen ia terserang stroke di rumah sendiri pada pukul 02.00 WIB pagi hari. 

Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri dan mencoba menghubungi anggota keluarga.

"Itu saya tuh sendiri di rumah, jam 2 pagi alamin linglung terus blackout terus sadar lagi, terus berusaha menghubungi nomer anak-anak tapi gak ada yang nyaut karena jam 2 pagi," kata Tio.

Tio berupaya untuk bisa tersambung dengan kerabat maupun rekan-rekannya.

Seorang teman yang menerima teleponnya kemudian bergegas mendatangi rumah untuk memberikan pertolongan. 

Tio terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Sebab saat ditemukan oleh temannya ia sempat tidak sadarkan diri.

"Saya bangun lagi jam 5-an lah, saya telepon temen-temen saya yang dateng ya temen-temen saya, temen-temen dari SMP tuh jam 12 dateng ke rumah dia naik pager lompat, bongkar semua, masuk kamar saya dalam keadaan yang gak bisa apa-apa," ungkap Tio.

"Mereka lah yang kemudian mencoba membuat, karena mereka pikir masih golden hour, karena di stroke itu kan ada golden hour kan. Di Golden hour itu berusaha mengeluarkan darah dari tangan, dari kuping, dari apa, terus dibawa ke RS PON. Untungnya dibawa ke situ, kalau enggak dibawa ke situ mungkin udah hehh," sambungnya.

Walaupun kondisinya mulai membaik hingga saat ini, Tio memilih untuk menjaga pola makan dan berplahraga rutin.

Walaupun sesekali ia bandel untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan oleh dokter.

"Kalau saya ga sih. Seharusnya kalau mau mengikuti apa yang disarankan dokter dan lain lain ya banyak yang mesti diitukan (turuti) tetapi saya enggak, saya bandel saja," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.