Batam (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Besar 3 Polda Kepulauan Riau memastikan menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan selama bulan Ramadhan sudah memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Selama Ramadhan ini menu MBG yang dikirim ke sekolah dan posyandu adalah menu makanan kering, yang sama-sama mengandung protein, serat, dan juga karbohidrat,” ujar Kapala SPPG Batu Besar 3 Polda Kepri Evan Andriani di Batam, Rabu.

Dia menjelaskan, menu MBG selama Ramadhan berbeda dengan menu MBG hari biasanya yang menyediakan menu basah. Sedangkan di Ramadhan menu menjadi makanan kering.

Menurut dia, menu kering untuk MBG sedikit menyulitkan dari sisi harga karena sudah ditentukan harga satuannya. Sebagai contoh, harga susu ukuran 350 ml itu Rp3.450 per satuannya di tingkat grosir. Tetapi masyarakat ada yang mengira harga tersebut Rp2.000 sehingga menilai menu yang disajikan tidak sesuai standar harga per porsi MBG yang ditetapkan yakni Rp8.000 per porsi.

Selain itu, kata dia, MBG selama Ramadhan dikirim dua kali dalam seminggu. Pengiriman hari Senin untuk MBG hari Senin, Selasa, dan Rabu. Lalu dikirim hari Kamis untuk hari Kamis, Jumat dan Sabtu.

Sehingga, lanjut dia, banyak masyarakat yang tidak mengerti menu untuk satu hari apa saja yang dikonsumsi selama tiga hari itu.

“Kalau kami mengirimkan menu MBG untuk tiga hari itu kami sertakan dengan kertas berisi informasi ini menu yang dimakan hari Senin, Selasa, dan hari berikutnya, termasuk informasi nilai gizinya,” ujar Eva.

Eva menjelaskan, setiap menu MBG kering yang dikirimkan ke sekolah dikemas dalam goodie bag dan wadah plastik (thinwall).

Dalam satu paket MBG kering yang dikirim, ujarnya, berisikan menu ayam ungkep sudah divakum untuk tiga hari, lalu buah, dan roti sebagai karbohidrat.

Selain ayam ungkep, untuk protein bisa diganti dengan susu, telur, dan keju. Untuk seratnya buah-buah yang berkulit.

“Kami tidak pernah memasukkan pisang dalam paket MBG kami, karena pisang itu tidak tahan tiga hari. Jadi kami kirimnya buah-buah premium seperti apel, pear, buah naga, jeruk, kurma, dan alpukat,” ujarnya.

Eva mengatakan dalam setiap paket MBG yang dikirim ke sekolah dan ibu menyusui, disertakan dengan pemberitahuan terkait isi dan kandungan kalorinya.

“Setiap menu yang kami sajikan sudah diukur oleh ahli gizi,” kata Eva.

Selama Ramadhan ini, SPPG Batu Besar 3 Polda Kepri mengirimkan MBG kepada 2.955 penerimaan manfaat yang tersebar di 16 sekolah, dan tiga posyandu di wilayah Kecamatan Nongsa, Kota Batam.


Baca juga: Pemkab Sigi imbau SPPG transparan soal anggaran Makan Bergizi Gratis