Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 Sukses, Presiden FCA Puji PB IKASI Pimpinan Amir Yanto
Hasiolan Eko P Gultom February 26, 2026 12:33 AM

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 Sukses, Presiden FCA Puji PB IKASI Pimpinan Amir Yanto
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang digelar di Jakarta Convention Centre berlangsung sukses dan mendapat apresiasi tinggi dari Presiden Fencing Confederation of Asia (FCA), Sheikh Salem bin Sultan Al Qasimi.

Sheikh Salem hadir langsung menyaksikan pertandingan yang berlangsung pada Rabu (25/2/2026). 

Ia pun memuji penyelenggaraan kejuaraan yang diikuti 801 atlet dari 26 negara tersebut.

Baca juga: Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 Bergulir di Jakarta, FIE Puji Standar Penyelenggaraan

“Pembukaan sangat bagus, begitu juga dengan pengelolaan Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Ini merupakan event kedua yang digelar di Indonesia. Sebelumnya, Kejuaraan Anggar Asia di Bali 2025 juga berlangsung dengan sukses,” ujar Sheikh Salem kepada wartawan.

Tak hanya itu, Sheikh Salem juga memberikan apresiasi khusus kepada PB IKASI di bawah kepemimpinan Amir Yanto, yang dinilai konsisten membangun prestasi dan tata kelola anggar Indonesia.

“FCA memberikan apresiasi kepada PB IKASI yang terus membangun olahraga anggar di Indonesia. FCA juga akan memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

PB IKASI yang dipimpin Amir Yanto diketahui telah menerima recognize letter dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan merupakan anggota resmi Federation Internationale d'Escrime (FIE) serta FCA sesuai dengan statuta FIE.

Atas dasar tersebut, PB IKASI mendapatkan mandat khusus dari Presiden FCA untuk menjadi tuan rumah Kongres FIE dan FCA 2027 di Bali. 

Mandat tersebut disampaikan langsung oleh Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, saat pertemuan di markas NOC Indonesia.

Sementara itu, mantan atlet anggar nasional peraih medali perunggu Asian Games Beijing 1990, Silviana Kristina, turut mendukung penuh penyelenggaraan Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Indonesia.

Menurut Silviana, kejuaraan ini menjadi kesempatan penting bagi atlet anggar muda Indonesia untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding di level internasional.

“Dengan adanya kejuaraan ini di Indonesia, atlet anggar kita memiliki kesempatan bertanding melawan atlet-atlet Asia Pasifik. Memang secara hasil belum banyak berbicara, tetapi mereka bisa belajar langsung dari atlet-atlet negara kuat seperti China, Hong Kong, dan Korea Selatan,” ujar Silviana, yang juga pernah tampil di Olimpiade Seoul 1988.

Silviana menegaskan bahwa pembinaan prestasi membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan. 

Ia pun menyatakan kesiapannya untuk membantu pengembangan atlet anggar Indonesia jika dibutuhkan.

“Mencetak atlet berprestasi itu butuh proses yang panjang. Saya selalu hadir menyaksikan pertandingan dan siap membantu melatih jika diperlukan,” tutupnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.