Contoh Kultum Ramadan 2026 Lengkap dengan Hadis dan Artinya, Referensi Khutbah
Maudy Asri Gita Utami February 26, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, umat Islam di berbagai penjuru dunia mulai mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menyambut bulan yang penuh ampunan, rahmat, serta keberkahan.

Ramadan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Sebagai bekal dalam menyambut bulan yang mulia ini, banyak dai, guru, maupun panitia kegiatan keagamaan mencari referensi materi ceramah singkat atau kultum yang dapat disampaikan sebelum atau selama Ramadan.

Oleh karena itu, berikut kami sajikan contoh kultum Ramadan 2026 yang dapat dijadikan rujukan dalam menyampaikan khutbah maupun tausiyah, lengkap dengan dalil hadis beserta artinya sesuai tuntunan Muhammad SAW.

Materi kultum ini dirancang untuk membantu penceramah menyampaikan pesan tentang pentingnya niat yang tulus, memperbanyak istighfar, meningkatkan kualitas salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga menjaga lisan dan perbuatan selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan penyampaian yang sistematis dan menyentuh hati, diharapkan jamaah dapat lebih memahami makna Ramadan sebagai bulan tarbiyah atau bulan pendidikan spiritual.

Selain itu, kultum ini juga dilengkapi dengan hadis-hadis sahih yang menjelaskan keutamaan Ramadan. Salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW:

"Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Melalui contoh khutbah ini, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan 2026 dengan persiapan yang matang, memperkuat komitmen ibadah, serta menjadikan bulan suci sebagai titik balik menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Semoga referensi kultum ini dapat menjadi inspirasi dan panduan dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan di bulan yang penuh kemuliaan.

• Resmi! Kemenag Singkawang Telah Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2026

Ramadhan Puasa dan Solidaritas Sesama

Oleh: M Arif Effendi:

"Umat Islam menjalankan kewajiban berpuasa sebagai ikhtiar membentuk pribadi bertakwa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Surat Al Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

183. Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Allah mewajibkan puasa kepada semua manusia yang beriman, sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum mereka agar mereka menjadi orang yang bertakwa. Puasa sungguh penting bagi kehidupan orang beriman. Puasa juga menjadi salah satu ajaran di hampir semua agama dan kepercayaan untuk menahan hawa nafsu dan lain sebagainya.

Perintah berpuasa diturunkan pada bulan Sya‘ban tahun kedua Hijriyah. Saat itu, Nabi Muhammad SAW sedang membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru. Dari sini bisa dipahami bahwa puasa sangat penting artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci.

Salah satu amalan Ramadan adalah bersikap pemurah atau dermawan. Sedekah dan kedermawanan sejatinya amalan yang tidak dibatasi ruang dan waktu, kapan saja dan di mana saja, ibadah ini bisa dilakukan kepada siapa saja, terutama yang membutuhkan.

Namun, sedekah di bulan Ramadan juga menjadi keutamaan. Rasulullah yang dikenal sangat dermawan juga digambarkan sebagai sosok yang lebih dermawan saat Ramadan. Dalam hadis dijelaskan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhori)

Puasa melatih umat Islam untuk menjadi insan yang mampu berempati, merasakan derita sesamanya. Hal ini diharapkan melahirkan sikap ta'awun, yakni semangat saling menolong dan bekerja sama dengan orang lain secara tulus dan baik. Orang yang kaya berbagi dengan saudaranya yang fakir dan miskin. Mereka yang berilmu, selayaknya bisa berbagai pengetahuan dengan orang lain. Dan orang yang sedang mendapat amanah kekuasaan, sudah seharusnya menyejahterakan masyarakatnya.

Puasa diharapkan menumbuhkan semangat solidaritas sosial yang merupakan hasil dari proses transendensi (hablum minallaah) yang mengejawantah dalam sifat kemanusiaan yang luhur (hablu minan-naas). Kepedulian itu lahir dari panggilan iman dan ketauhidan yang kuat sehingga membentuk solidaritas sosial yang kuat, jernih, dan serba baik. Wallahu'alam bis-shawaab,"

Semoga bermanfaat ya Sobat Tribun Pontianak sekalian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.