SURYA.co.id - Ada pemandangan menarik di jagat media sosial TikTok pada Rabu (25/2/2026) malam.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendadak viral setelah melakukan sesi live bareng sang putra, Yudha.
Sesi live itu terlihat sekitar pukul 23.00 WIB tersebut menyedot perhatian publik hingga menembus angka 50 ribu penonton.
Menariknya, suasana berlangsung sangat santai dan jauh dari kesan kaku layaknya pejabat negara pada umumnya
Baca juga: Tak Terima Disebut Pakai Uang Pajak Seperti Sindiran Menkeu Purbaya, Alumni LPDP Tantang Balik
Dalam siaran langsung tersebut, Menkeu Purbaya terlihat santai menyantap semangkuk mie ayam bawang di meja makan.
Sambil menikmati hidangannya, ia meladeni berbagai pertanyaan netizen yang masuk di kolom komentar.
Netizen memanfaatkan momen langka ini untuk bertanya langsung mengenai kebijakan-kebijakan krusial, di antaranya:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Progress dan alokasi anggaran terbarunya.
Tunjangan Hari Raya (THR): Kepastian tanggal pencairan bagi ASN dan pensiunan.
Investasi Saham: Pandangan Menkeu mengenai kondisi pasar modal saat ini.
Gaji Guru: Rencana kenaikan atau penyesuaian kesejahteraan tenaga pendidik.
Hingga pertanyaan seputar CPNS.
Kepopuleran sesi live ini terbukti dengan banyaknya gift atau saweran yang dikirimkan oleh penonton.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah munculnya gift Paus Menyelam berkali-kali, yang ditaksir memiliki nilai sekitar Rp500 ribuan.
Melihat banyaknya antusiasme tersebut, Yudha sempat melarang ayahnya untuk segera mengakhhiri sesi live.
Padahal, Purbaya sudah berniat untuk pamit menyelesaikan makannya.
"Dek, sudah lewat ya, 50 ribu (penonton)," ujar Purbaya sambil berpamitan untuk meneruskan santap mie ayam bawangnya.
Kejadian lucu terjadi di akhir sesi.
Sang putra, Yudha, berkali-kali menyampaikan permohonan maaf kepada para penonton.
Pasalnya, ia mengaku lupa mematikan mode gift pada akun TikTok miliknya, sehingga penonton bisa mengirimkan banyak saweran.
Momen hangat antara ayah dan anak ini pun menuai pujian dari netizen.
Banyak yang merasa pendekatan ini jauh lebih efektif untuk menyosialisasikan kebijakan pemerintah kepada generasi muda dengan cara yang humanis dan tidak membosankan.