TRIBUN-TIMUR.COM - Tragedi pohon tumbang di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang menjadi alarm bahaya cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan.
Insiden pohon tumbang menimpa dua pelajar bernama Balqis Durratul Hikmah (16) dan Siti Syafira (16) saat berkendara di Jalan Kampung Pajalele, Desa Binanga Karaeng.
Akibat kejadian tersebut, Balqis Durratul Hikmah meninggal.
Di Makassar, kegiatan belajar tatap muka pun dihentikan sementara dan dialihkan ke sistem daring.
“Karena cuaca ekstrem, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara,” kata Kepala Bidang SMP Disdik Makassar, Andi Akhmad Muhajir, Rabu (25/2/2026).
Kebijakan ini kata Akhmad berlaku untuk jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/33/Disdik/II/2026, tentang pelaksanaan pembelajaran daring.
Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh kepala PAUD/TK negeri dan swasta, kepala UPT SPF SD negeri dan swasta, serta kepala UPT SPF SMP negeri dan swasta se-Makassar.
Surat ini ditetapkan di Makassar pada 25 Februari 2026 dan telah ditandatangani secara elektronik oleh Kadisdik Makassar.
Akhmad mengatakan kebijakan diambil karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Kebijakan ini juga mengacu pada peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan genangan air, banjir, hingga gangguan keselamatan dan kesehatan warga satuan pendidikan.
Pembelajaran tatap muka sementara ditiadakan, diganti dengan sistem daring atau online.
Kegiatan belajar online berlangsung mulai 25 Februari hingga 28 Februari 2026.
“Pekan ini seluruh siswa belajar online untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan,” ujar Akhmad.
Meski dilakukan secara daring, Dinas Pendidikan Makassar menegaskan proses belajar mengajar harus tetap berjalan optimal.
Guru diminta melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta memberikan materi dan tugas secara efektif dan proporsional.
Peran orangtua juga menjadi perhatian dalam kebijakan ini.
Disdik Makassar mengimbau agar orang tua dan wali murid turut mengawasi serta memastikan anak mengikuti pembelajaran daring dengan baik.
Diketahui, aktivitas belajar siswa sebelumnya mulai aktif kembali pada Senin (23/2/2026), usai libur awal Ramadan.
Kadisdik Makassar Achi Soleman menyatakan libur awal Ramadan berlangsung pada 18 hingga 21 Februari.
“Libur awal Ramadan itu 18 sampai 21 Februari, anak-anak kembali aktif ke sekolah pada Senin kemarin,” ujarnya.
Achi berharap siswa tetap menjaga kedisiplinan, memanfaatkan waktu luang secara positif, serta meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci.
Ia menegaskan, pembelajaran selama Ramadan tidak hanya berfokus pada materi kurikulum reguler.
Namun juga diarahkan pada penguatan pendidikan karakter peserta didik.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat nilai akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Sekolah kami dorong untuk memperbanyak kegiatan yang membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial peserta didik,” kata Achi.
Tertimpa Pohon
Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Pinrang menelan korban jiwa.
Siswi SMA Negeri 8 Pinrang, Balqis Durratul Hikmah (16), meninggal setelah motor dikendarainya tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Poros Kampung Pajalele, Desa Binanga Karaeng, Kecamatan Lembang, Selasa (24/2/2026).
Saat kejadian, korban berboncengan dengan rekannya, Siti Syafira (16). Keduanya tengah melaju dari arah Pinrang menuju Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kasat Lantas Polres Pinrang, Iptu Andi Sriulva Baso Paduppa, mengatakan pohon di tepi jalan tiba-tiba tumbang dan menimpa kendaraan korban.
“Korban tertimpa pohon yang tumbang sehingga hilang kendali kemudian terjatuh,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Akibat hantaman tersebut, motor bernomor polisi DP 2655 SU yang dikendarai korban terjatuh keras ke aspal.
Kedua pelajar itu sempat dilarikan ke RSU Madising Bungi untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Namun, Balqis mengalami luka berat di bagian kepala belakang disertai pendarahan aktif. Nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
“Satu meninggal dunia di rumah sakit, sementara rekan yang dibonceng masih dalam perawatan intensif akibat luka terbuka pada bagian dahi dan bawah hidung,” ungkap Sriulva.
Warga setempat, Rusman, mengatakan sebelum kejadian hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Lembang.
“Memang kencang angin, banyak pohon tumbang. Salah satunya itu yang timpa anak sekolah kemarin,” katanya.
Tante korban, Hasni, menuturkan Balqis dalam perjalanan pulang ke rumah usai mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah.
Menurutnya, jarak lokasi kejadian dengan rumah korban hanya sekitar 500 meter.
“Pulang dari sekolah. Mau sampai rumah, jaraknya hanya sekitar 500 meter dari lokasi pohon tumbang itu,” ujarnya.
Kepergian Balqis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia dikenal sebagai anak yang cerdas, periang, dan tidak pernah mengeluh.
“Kalau disuruh langsung bergerak, tidak pernah protes. Kami keluarga sangat kehilangan,” ucap Hasni.
Guru korban, Alimuddin mengenang Balqis sebagai siswi yang aktif di sekolah. “Anaknya aktif. Dia bendahara satu di OSIS, jadi memang banyak yang kenal,” katanya.
Ia menambahkan, hujan dan angin kencang memang turun tiba-tiba saat para siswa pulang sekolah.
“Memang saat anak-anak pulang sekolah itu tiba-tiba turun hujan sama angin. Mungkin korban sudah di jalan,” katanya.
Banjir Gowa
Hujan deras mengguyur sejak dua hari terakhir menyebabkan banjir di Jalan Yusuf Bauty, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (25/2/2026).
Pantauan di lokasi sekira pukul 16.00 Wita, ketinggian air di ruas jalan bervariasi. Mulai dari betis hingga lutut orang dewasa.
Air tidak hanya merendam badan jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga di perumahan sekitar lokasi.
Sejumlah pengendara, terutama sepeda motor, tampak kesulitan melintas. Bahkan, sebagian terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok akibat terendam banjir.
Seorang warga, Adi, mengaku banjir di kawasan tersebut hampir terjadi setiap tahun saat hujan deras turun. "Sudah dua hari ini begini, memang kalau sudah hujan deras pasti banjir," katanya.
Ia menyebut, ketinggian air kali ini masih tergolong sedang. “Sekarang ini masih sampai betis hingga lutut,” ujarnya.
Adi menilai banjir terjadi karena sistem drainase buruk, sehingga air lambat surut saat hujan dengan intensitas tinggi.
Ia memperkirakan puluhan rumah terdampak, termasuk di Kompleks Polri Manggarupi. Meski rumah mereka terendam, warga memilih tetap bertahan dan belum ada mengungsi.
Sementara itu, Kepala BPBD Gowa, Wahyudin, mengatakan berdasarkan hasil pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gowa pada Selasa subuh, air menggenangi jalan setinggi betis pria dewasa.
“Masih dalam pendataan berapa KK yang mengungsi,” tambah Wahyudin.
Ia menambahkan, air mulai berangsur surut seiring meredanya hujan di wilayah tersebut.
Bantimurung Ditutup
Taman Wisata Alam Bantimurung ditutup sementara setelah diterjang air bah, Rabu (25/2/2026).
Debit air meningkat drastis akibat hujan deras mengguyur wilayah hulu selama dua hari terakhir.
Air terjun yang menjadi ikon wisata Kabupaten Maros itu tampak berubah warna menjadi cokelat keruh. Arus air mengalir deras dan meluap hingga ke area sekitar.
Derasnya aliran air membuat akses menuju Goa Batu dan Danau Kassi Kebo tidak dapat dilalui pengunjung. Sejumlah wahana wisata juga dihentikan operasionalnya demi keselamatan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, Suardi Sawedi, mengatakan fenomena air bah di Bantimurung bukan hal baru. Kondisi tersebut kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi dalam waktu lama.
“Kalau hujan deras dan lama, debit air akan naik meluap ke bawah. Setelah hujan reda, biasanya air surut kembali,” ujarnya.
Meski sebelumnya kawasan tidak ditutup total, pengelola akhirnya memutuskan penutupan sementara guna mengantisipasi risiko keselamatan pengunjung.
Petugas terus memantau perkembangan debit air di lapangan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hingga 1 Maret 2026.
Maros termasuk daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
BMKG juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Rawan Tumbang
Pohon trambesi yang lapuk mengancam keselamatan pengguna jalan di Jalan Trans Sulawesi poros Sinjai–Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pohon berukuran besar itu berdiri tepat di tepi badan jalan pada salah satu titik yang ramai dilalui kendaraan setiap hari.
Kondisinya memprihatinkan. Batang pohon tampak lapuk dan sejumlah rantingnya mulai mengering.
Saat angin kencang melanda, warga khawatir pohon tersebut dapat tumbang ke badan jalan.
Jalur poros Sinjai-Bulukumba merupakan akses utama penghubung antarwilayah.
Ruas ini dilintasi kendaraan roda dua, roda empat, hingga angkutan barang, dengan arus lalu lintas yang cukup padat pada jam-jam tertentu.
Salah seorang warga, Herul, mengatakan kondisi pohon itu sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Namun hingga kini belum ada penanganan dari pihak terkait.
“Angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba dinilai memperbesar risiko pohon roboh ke badan jalan,” kata warga Kelurahan Biringgere, Sinjai Utara, Rabu (25/2/2026).
“Kami khawatir kalau dibiarkan terus, apalagi sekarang sering angin kencang. Jangan sampai sudah ada korban baru ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menilai langkah antisipasi perlu segera dilakukan, baik melalui pemangkasan cabang yang rawan patah maupun penebangan jika dinilai membahayakan.
“Ini jalur ramai, kalau sampai tumbang saat kendaraan melintas, bisa fatal akibatnya,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan warga Anjas. “Kalau angin besar, sangat rawan roboh,” katanya.
Ia berharap dinas terkait segera melakukan peninjauan langsung untuk memastikan tingkat risiko dan mengambil langkah penanganan.
“Kami minta pohon-pohon tua di sepanjang poros ditebang, terutama yang kondisinya mulai rapuh,” ujarnya.(yid/nur/nun/mat)