Comeback Juventus tak Berakhir Manis, Si Nyonya Tua Angkat Koper dari Liga Champions
Muhammad Nursina Rasyidin February 26, 2026 06:55 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Hasil  Juventus vs Galatasaray leg kedua playoff 16 besar Liga Champions tak berakhir manis bagi Si Nyonya Tua meskipun menang, Kamis (26/2/2026).

Berlangsung di Juventus Stadium, tim asuhan Luciano Spalletti berjuang sekuat tenaga untuk meraih kemenangan. Hasilnya, Si Nyonya Tua mampu menang dengan skor 3-0 dengan 10 pemain sejak menit ke-48 karena kartu merah Lloyd Kelly.

Saat Kelly meninggalkan lapangan, Juventus masih tertinggal agregat dua gol atas Galatasaray.

Federico Gatti (70') dan Weston McKennie (82') akhirnya mencetak gol tambahan untuk Si Nyonya Tua demia menjaga peluang lolos ke 16 besar.

Tapi sayang, comeback dramatis Juventus tidak berakhir manis. Di masa perpanjangan waktu Juventus kecolongan dari gol Osimhen yang lolos dari kawalan terakhir pemain Juve di kotak penalti. Dengan tenang ia menaklukkan Perin.

Gol tersebut membuat intensitas pertandingan menurun. Para pemain Spalletti tampak kelelahan dan giliran Galatasaray yang mendominasi permainan.

Di masa tambahan waktu babak kedua, Baris Alper Yilmaz memperkecil ketertinggalan dan menambah keunggulan agregat Galatasaray menjadi 7-5.

Gol tersebut menjadi penutup langkah Juventus.

Dengan hasil ini, hanya Atalanta yang menjadi wakil Italia di babak 16 besar Liga Champions setelah comeback atas Dortmund.

Tim asuhan Palladino itu menang 4-1 setelah tertinggal 2-0 di leg pertama (agg: 4-3).

Manuel Locatelli mencetak gol ke gawang Galatasaray
SELEBRASI - Pemain Juventus, Manuel Locatelli merayakan golnya ke gawang Galatasaray dalam pertandingan leg kedua playoff 16 besar Liga Champions di Juventus Stadium, Kamis (26/2/2026).

Jalannya pertandingan

Di awal babak pertama, Juventus memberi ucapan selamat datang dengan peluang Gatti.

Berawal dari umpan silang Kenan Yildiz dari sisi kiri, Gatti masuk ke kotak penalti Galatasaray untuk menyundul bola.

Tapi sayang, bola sundulannya masih melambung di atas mistar gawang.

Pada menit ke-9 giliran Koopmeiners. Ia menyundul bola dari umpan silang Francisco Conceicao.

Tapi bola sundulannya masih melambung di atas mistar gawang.

Setelah itu gantian Galatasaray yang menghasilkan peluang lewat tendangan Osimhen.

Peluang Osimhen berhasil ditepis oleh kiper Juventus, Perin dan menghasilkan tembakan penjuru untuk tim tamu.

Perlahan, laga berlangsung lebih menarik dengan intensitas permainan yang lebih kompleks.

Juventus yang membutuhkan tiga gol untuk mengejar defisit gol tak henti-hentinya menyerang pertahanan rapat Galatasaray.

Tendangan plesing Conceicao dari tepi kotak penalti sisi kanan masih meleset dari gawang.

Memasuki pertengahan babak pertama, Kenan Yildiz hampir saja mencetak gol karena tendangannya mengenai pemain Galatasaray hingga merubah laju bola.

Tapi, kiper Galatasaray Ugurcan Cakir tampil sigap menghalau bola sehingga menggagalkan peluang Juventus mencetak gol.

Pada menit 36, Juventus mendapat hadiah penalti dari wasit.

Mantan pemain Arsenal, Lucas Torreira melakukan pelanggaran keras terhadap Thuram di area terlarang.

Wasit yang melihat kejadian itu langsung meniup peluitnya untuk memberikan penalti kepada Juventus.

Sang kapten, Manuel Locatelli maju sebagai eksekutor. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan mencetak gol ke sisi kanan gawang.

Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus atas Galatasaray. Tapi secara agregat, Si Nyonya Tua masih tertinggal dua gol 3-5.

Keunggulan Juventus bertahan hingga jeda turun minum.

Di awal babak kedua, apes menyelimuti Juventus. Lloyd Kelly menerima kartu merah dari wasit.

Kelly awalnya berniat menghalau bola udara. Ia melompat dan menyundul bola.

Namun, Kelly jatuh di posisi yang tidak tepat. Pol sepatunya mengenai pergelangan kaki kiri pemain Galatasaray, dan itu dianggap membahayakan keselamatan lawannya.

Wasit sempat meninjau melalui VAR. Namun tetap pada pendiriannya untuk memberikan kartu merah kepada Kelly.

Meski bermain dengan 10 pemain, Juventus masih bisa menghasilkan peluang.

Kenan Yildiz melakukan aksi solo run dengan melewati adangan pemain Galatasaray dan merangsak ke kotak penalti.

Ia melepaskan tembakan jarak dekat, namun melebar tipis di sisi kiri gawang.

Upaya Juventus untuk menambah keunggulan membuahkan hasil pada menit ke-70.

Federico Gatti menyontek bola ke gawang Galatasaray setelah menerima umpan Pierre Kalulu.

Enam menit berselang, Thuram hampir mencetak gol ketiga untuk Juventus. Tapi sayang, bola chipnya masih terlalu kuat sehingga melambung ke atas mistar gawang Galatasaray.

Tak berselang lama, giliran Kenan Yildiz.

Ia menyontek bola dari umpan silang rekannya. Namun sayang bola sontekan Yildiz mengenai mistar gawang.

Upaya Juventus menyamakan agregat membuahkan hasil pada menit ke-82.

Berawal dari skema bola mati yang dieksekusi Yildiz. Ia mengarahkan bola ke tiang jauh yang kemudian disundul Koopmeiners.

Koopmeiners tidak mengarah bola ke tiang dekat, dan justru sebaliknya guna mengecoh pergerakan kiper dan menjangkau rekannya.

Benar saja, bola dapat disundul McKennie yang berada dekat di sisi kanan gawang.

Skor 3-0 menjaga peluang Si Nyonya Tua.

Tim asuhan Spalletti bermain bak kesetanan dalam laga ini meskipun tampil dengan 10 pemain.

Tak ada kata menyerah, setiap pemain melakukan disiplin yang tinggi agar tidak kebobolan dan mencetak gol tambahan.

Tapi hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan yang tercipta. Laga bertahan dengan skor 3-0 untuk keunggulan Juventus dan berlanjut ke perpanjangan waktu 2x15 menit.

Di masa perpanjangan waktu, Juventus punya peluang emas dari Zegrova. Tapi sayang, ia menyia-nyiakan peluang karena tembakannya melebar dari gawang.

Juventus kecolongan pada menit 105+1. Osimhen lolos dari pemain terakhir Juventus dan dengan tenang ia melepaskan tembakan mendatar ke gawang Perin.

Gol tersebut menjadi penutup babak tambahan pertama yang membuat Galatasaray unggul 4-3 atas Juventus.

Di masa perpanjangan waktu babak kedua, Yilmaz berhasil memperkecil ketertinggalan sekaligus menambah agregat Galatasaray menjadi 7-5 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan pemain Juventus vs Galatasaray

Juventus

Perin, Kalulu, Kelly, Gatti, McKennie, Thuram, Locatelli, Koopmeiners, Francisco Conceicao, David, Kenan Yildiz.

Pelatih: Luciano Spalletti

Galatasaray

Ugurcan Cakir, Jakobs, Abdulkerim Bardakci, Sanchez, Sallai, Torreira, Lemina, Shan Lang, Gabriel Sara, Baris Alper Yilmaz, Osimhen.

Pelatih: Okan Buruk

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.