Renungan Harian Katolik Kamis 26 Februari 2026, "Berani Bertindak dengan Iman"
Eflin Rote February 26, 2026 10:19 AM

Renungan Harian Katolik
Kamis, 26 Februari 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
BERANI BERTINDAK DENGAN IMAN: MENGETUK PINTU HATI TUHAN
(Est. 4:10a.10c-12.17-19; Mzm. 138:1-2a.2bc-3.7c-8; Mat. 7:7-12)

"Jika kamu yang jahat tahu memberi yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Mat. 7:11)

Hidup tidak bergantung sepenuhnya pada makanan saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Iman membutuhkan keberanian untuk berserah total pada Tuhan.

Musuh iman yang membuat manusia tidak berani bertindak dengan iman adalah keragu-raguan. Kesuksesan dalam meminta, mencari dan mengetuk pintu kebaikan Tuhan adalah optimisme dalam iman.

Berani bertindak dengan iman makan pintu hati Tuhan akan terbuka untuk mendapatkan apa yang terpenting dalam hidup. Yesus menantang kita, apakah kita berani bertindak dalam iman?

Tembok egoisme harus diruntuhkan, sekat relasi dengan sesama mesti dibongkar dan palang cuek dengan orang lain harus dipatahkan serta fondasi dendam diratakan.

Egoisme, sekat relasi, palang cuek dan fondasi dendam mengurung kita sangkar pemenuhan keinginan dan bukan kebutuhan vital kehidupan yang mesti dipenuhi. 

Hukum emas Tuhan, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Mat. 7:12).

Daya iman kehilangan kuasanya dalam diri dan semua harapan menjadi hampa karena terlampau mengagungkan diri sendiri dan tertutup bagi sesama. 

Pintu hati kita mesti terbuka bagi yang lain, terutama peduli dengan sesama yang menderita. Perkuat relasi dengan Tuhan dalam doa dan pererat persaudaraan dengan mereka yang susah. 

Ratu Ester sebagai wanita beriman yang hebat. Ia tidak hanya berdoa tetapi berani bertindak dengan iman.

Dengan iman jokoh ia berani berlindung pada Tuhan, walau bahaya mengintai dan maut mengancam nyawanya.

Daya iman yang luar biasa ini, membangkitkan rasa iba, peduli dan berani terlibat memerangi ketidakadilan dan penderitaan sesamanya.

Pemazmur menanggapi dalam madah pujiannya, "Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, jangan Kautinggalkan buatan tangan-Mu!" (Mzm. 138:7c-8).

Sebagaimana Ratu Ester pasrah total pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan sanggup menyelesaikan segalanya baginya, demikian juga kita.

Setelah dekat dengan Tuhan dan buka hati bagi sesama dengan peduli, kita diundang untuk berani berindak dengan iman memerangi egoisme diri, ketidakadilan dan beragam penderitaan yang menimpa sesama. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Kamis/Pekan I Prapaskah/A/II, 260226)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.