TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Alfi Syahrin, memastikan kondisi mahasiswi korban pembacokan di ruang seminar kampus kini dalam keadaan stabil.
Saat dikonfirmasi, Alfi mengaku masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendampingi korban yang tengah menjalani perawatan intensif.
“Saat ini korban sedang dilakukan perawatan di ruang IGD dan kondisinya stabil. Alhamdulillah sudah dilakukan tindakan dan sudah dioperasi di bagian lukanya dan sudah membaik,” ujar Alfi, Kamis (26/2/2026).
Menurut Alfi, pihak kampus masih menunggu informasi lengkap sebelum menyampaikan pernyataan resmi.
“Saya belum dapat informasi yang valid terkait motifnya, kita tunggu saja nanti dari kampus akan ada press rilisnya. Kami belum bisa kasih keterangan yang lengkap, karena saya masih fokus mengurusi korban di rumah sakit,” tegasnya.
Pihak kampus memastikan akan menyampaikan keterangan resmi setelah seluruh informasi terkumpul, sembari fokus pada pemulihan kondisi korban.
Sementara itu, pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Polsek Tampan untuk proses hukum lebih lanjut.
Baca juga: Kronologi Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak Jelang Ujian Munaqosah: Diduga Percobaan Pembunuhan
Baca juga: BREAKING NEWS : Sempat Dikunjungi Istri, Tahanan Kejari Pelalawan Kabur Usai Sidang di Pengadilan
"Dekan dan wakil dekan tadi juga sudah mendatangi kantor polisi guna berkoordinasi terkait penanganan kasus tersebut," katanya.
Sebagai informasi, insiden ini terjadi di ruang sidang seminar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum pada Kamis siang. Korban, Farah, mahasiswi semester 8, diserang seorang pria yang datang membawa kapak dan langsung menghujamkan senjata tersebut ke bagian wajah korban sebelum seminar dimulai.
Seorang saksi mata, Aisyah, mengungkapkan suasana mencekam saat kejadian berlangsung.
“Di dalam ruang sidang itu sudah dikapaknya, kebetulan belum mulai sidangnya. Keluar sudah berdarah, orang lain nggak ada yang berani menolong,” ujar Aisyah.
Mahasiswa lain yang berada di lokasi tidak berani mendekat karena pelaku membawa kapak dan sempat menyandera korban dalam kondisi terluka. Beruntung, petugas keamanan kampus segera datang dan mengamankan pelaku sehingga korban dapat dievakuasi ke rumah sakit. (Syaiful Misgiono)