Ngabuburit Produktif di Masjid Soedirman Purwokerto:Sajikan Kajian Tematik dan 450 Porsi Buka Gratis
Rustam Aji February 26, 2026 02:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto menjadi salah satu titik sentral aktivitas Ramadan 2026 bagi masyarakat dan kaum urban di Purwokerto.

Setiap sore, masjid yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto ini diserbu ratusan jemaah, didominasi oleh mahasiswa, yang memburu berkah kajian ilmu sekaligus paket buka puasa gratis.

Pengelola masjid menyiapkan sedikitnya 450 porsi nasi kotak setiap harinya selama sebulan penuh.

Tak sekadar makan bersama, jemaah diajak mengikuti kajian tematik yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka.

Kholil Arfan (20), mahasiswa semester 6 UIN Saizu Purwokerto asal Brebes, mengaku rutin mendatangi masjid ini untuk mengisi waktu ngabuburit.

Baca juga: Selangkah Lagi Banyumas Berpredikat Kabupaten Bersih, Pengelolaan Sampahnya Dapat Penghargaan KLH

Menurutnya, atmosfer berbuka bersama di masjid memberikan rasa kekeluargaan bagi mahasiswa rantau sepertinya.

"Sebelum buka ada kajiannya, itu menambah wawasan. Menunya juga enak, ada ayam, telur, dan sayur. Bagi kami mahasiswa, ini sangat bermanfaat dan membantu," ujar Arfan kepada media, Senin (23/2/2026).

KAJIAN-JENSOED
PENGAJIAN JELANG BUKA- Suasana kajian sore menjelang berbuka puasa di Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto, Kabupaten Banyumas. (Tribun Banyumas/ Fajar Bahruddin Achmad)

Empat Agenda Kajian Rutin

Koordinator Marbot Masjid Jenderal Besar Soedirman, Deni Usmanto, menjelaskan bahwa pihak pengelola telah menyusun jadwal padat selama Ramadan.

Terdapat empat sesi kajian utama, yakni kajian menjelang berbuka, kultum sebelum tarawih, kajian ba'da Subuh, hingga kajian khusus muslimah setiap Senin hingga Kamis.

"Kajian menjelang berbuka puasa berlangsung pukul 17.00 sampai 10 menit sebelum maghrib. Setelah itu, jemaah diarahkan ke ruang auditorium untuk berbuka bersama dengan sistem kupon," jelas Deni.

Baca juga: Ancaman Board of Peace pada Ekonomi Politik Nasional

Deni menambahkan, pihaknya menargetkan penyediaan 450 porsi nasi kotak setiap hari, meski saat ini baru terpenuhi sekitar 420 porsi.

Bagi jemaah yang tidak mendapatkan kupon karena datang terlambat, pengelola tetap menyediakan takjil berupa kurma dan makanan ringan.

Iktikaf dan Pesantren Anak

Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto juga akan menyelenggarakan kegiatan iktikaf dan pesantren kilat bagi anak-anak.

Program ini dirancang untuk memaksimalkan ibadah di penghujung bulan suci.

"Harapan kami, masyarakat tidak hanya mendapatkan asupan fisik melalui buka puasa, tapi juga lebih paham tentang agama Islam dengan baik dan benar. Kami ingin menguatkan keimanan jemaah di lingkungan ini," pungkas Deni.

Dengan fasilitas yang memadai dan program yang variatif, masjid ini sukses bertransformasi menjadi ruang sosial dan edukasi, menjadikannya ikon kegiatan Ramadan di Purwokerto.(fba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.