TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bulan Ramadan membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang menjual kebutuhan Lebaran.
Hal ini dirasakan rumah produksi Zulaikhah Cake di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Pemilik usaha, Zulaikhah (42), mengatakan momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi periode panen terbesar bagi usahanya.
Baca juga: Purbaya Ingin Keluarkan PNM dari Danantara untuk Ekosistem Pembiayaan UMKM
Saat musim Lebaran, ia mampu memproduksi sekitar 1,5 hingga 2 ton kue kering dengan melibatkan 20 hingga 30 pekerja, jauh lebih banyak dibanding hari biasa yang hanya sekitar tujuh orang.
"Kalau omzet lebaran meningkat sangat pesat dari kue kering dan kue basah. Ini peningkatannya bisa 17 kali lipat atau lebih dari 1.000 persen dari omzet bulanan kita yang biasa," jelas Zulaikhah dikutip Kamis (26/2/2026).
Usaha kue kering dan kue basah ini dirintis Zulaikhah sejak 2012 dengan modal awal seadanya yakni Rp25 juta.
Selama 14 tahun perjalanan bisnisnya, ia mengaku mengalami fase naik turun sebelum akhirnya mampu memperluas pasar.
Zulaikhah merupakan salah satu UMKM binaan PT Timah Tbk (TINS), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Setelah bergabung dalam program pembinaan UMKM binaan PT Timah Tbk (TINS), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, dirinya merasakan banyak perkembangan positif.
Sejak, tujuh hingga delapan tahun lalu, Zulaikhah mendapat berbagai dukungan mulai dari pinjaman, pelatihan pemasaran dan manajemen, hingga bantuan alat produksi seperti mixer. Ia juga rutin diajak mengikuti pameran dan bazar untuk memperluas jaringan pemasaran.
"Dari PT Timah kami sempat kemarin diajak bazaar ke Jakarta, di Bandung juga pernah. Jadi sekarang pun pembelinya juga udah dari berbagai kota di Indonesia," tutur Zulaikhah.
Zulaikhah menyampaikan dukungan permodalan menjadi penopang utama dalam perkembangan usahanya, terutama menjelang Lebaran saat kebutuhan bahan baku melonjak.
Ia berharap ada skema pembiayaan yang lebih fleksibel agar pelaku usaha kecil dapat menjaga arus produksi.
“UMKM ini memang butuh bantuan modal untuk produksi, apalagi sebelum Lebaran. Harapannya ke depan bisa ada tambahan plafon pinjaman supaya usaha kami bisa terus berkembang,” ujarnya.