TRIBUNMATARAMAN.COM - Daftar 7 Pesantren tertua di Jawa Tengah yang menjaga cahaya dari abad ke abad di Nusantara.
Jawa Tengah menyimpan sejumlah pesantren sepuh yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Dari Surakarta hingga Rembang, lembaga-lembaga ini menjadi pusat pendidikan Islam, gerakan sosial, hingga melahirkan tokoh nasional.
Berikut tujuh pesantren tua yang tetap eksis menjaga tradisi keilmuan lintas generasi.
Baca juga: Satu Tahun Kepemimpinan, Lima Warga Kota Kediri Dapat Hadiah Umroh dari Mbak Wali
1. Pondok Pesantren Jamsaren (1750)
Berlokasi di Serengan, Surakarta, pesantren ini berdiri pada 1750 atas prakarsa Sunan Pakubuwana IV.
Sempat vakum lebih dari 50 tahun akibat dampak Perang Diponegoro, Jamsaren bangkit kembali pada 1878 di bawah kepemimpinan KH Idris.
Pesantren ini dikenal sebagai pesantren pergerakan dan melahirkan tokoh-tokoh nasional, termasuk KH Masykur dan Nyai Mahmudah Mawardi.
2. Pondok Pesantren MIS Sarang (1810)
Didirikan KH Rugozali di Kecamatan Sarang, Rembang, pesantren ini menjadi salah satu yang tertua di kawasan pantura.
Kini diasuh KH Muhammad Rogib Mabrur, MIS dikenal sebagai pesantren salaf besar dan menjadi tempat KH Wahab Chasbullah menimba ilmu.
3. Pondok Pesantren Watu Congol (1830)
Terletak di Muntilan, Magelang, pesantren ini dirintis KH Abdurra’us bin Hasan Tuka.
Watu Congol menjadi salah satu pusat kaderisasi ulama besar, di antaranya KH Mahrus Ali Lirboyo. Saat ini diasuh KH Agus Ali Khoysor.
4. Pondok Pesantren Al-Ash’ariyah Kalibeber (1832)
Didirikan KH Muntaha bin Nida Muhammad di Wonosobo, pesantren ini berkembang pesat dengan ribuan santri, mayoritas penghafal Al-Qur’an.
Di era KH Muntaha Al-Hafiz, pesantren ini memadukan tahfidz dan sains modern melalui pendirian UNSIQ.
5. Pondok Pesantren Giri Kusumo (1868)
Berdiri di Mranggen, Demak, oleh Syekh Muhammad Hadi bin Tahir, pesantren ini dikenal sebagai pusat Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah.
Kini diasuh generasi keempat, KH Munif Muhammad Juri.
6. Pondok Pesantren Andur Kersan (1884)
Pesantren tertua di Kabupaten Kendal ini didirikan KH Ahmad Nur.
Ciri khasnya adalah asrama kayu jati tua yang masih terjaga. Andur Kersan dijuluki “ibu pesantren di Kendal” karena banyak alumninya mendirikan pesantren baru.
7. Pondok Pesantren Raudodulmubetadiin Balekambang (1884)
Didirikan C.I.H.G. Hasbullah di Jepara, pesantren ini berkembang menjadi lembaga pendidikan terpadu dengan ribuan santri.
Raudodulmubetadiin memadukan kurikulum salaf dan pendidikan formal modern hingga tingkat perguruan tinggi.
(tribunmataraman.com)