TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Material banjir bandang yang menumpuk sudah dikeruk menggunakan alat berat di aliran sungai Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Diketahui sebelumnya, banjir bandang terjadi di daerah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Akibatnya, banyak rumah, fasilitas umum dan lain sebagainya rusak akibat bencana tersebut. Sehingga, material banjir bandang menumpuk di dasar sungai.
Ketua Pemuda Baringin Balai Gadang, Jery Pratama Putra mengatakan bahwa pengerukan material di sungai yang menumpuk sudah dilangsungkan sejak 20 Februari 2026 lalu.
"Sekitar tanggal 20 Februari 2026, pengerukan material sungai mulai dilakukan pasca banjir bandang," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bukittinggi Besok 26 Februari 2026: BMKG Prediksi Cerah Berawan Sejak Pagi Hari
Dengan dilakukannya pengerukan tersebut, warga Balai Gadang merasa aman saat debit air meningkat.
Sebelumnya, material yang terbawa banjir bandang menumpuk di dasar sungai. Seringkali saat hujan lebat, debit air sangat mudah membesar.
Namun, pengerukan sudah dilakukan semenjak 20 Februari 2026 lalu itu dan sampai sekarang masih berlangsung.
"Masyarakat tentu merasa aman, sebelumnya kalau debit air naik, warga cukup cemas. Kalau pengerukannya masih berjalan sampai sekarang," pungkasnya.
Ia menambahkan, pengerukan material di dasar sungai juga cukup dalam. Sehingga hujan lebat, debit air tidak terlalu membesar.
Baca juga: Bupati John Kenedy Azis Safari Ramadan: Kalau Bukan Kita yang Makmurkan Masjid Lalu Siapa Lagi
Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya, material yang terbawa banjir bandang hampir menutupi aliran air.
"Lumayan dalam pengerukannya dengan alat berat, untuk kedalamannya saya tidak dapat informasi pasti," tambahnya.(*)