TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo resmi menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk tahun 1447 H/2026 M sebesar Rp45.000 per jiwa.
Guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban agamanya, BAZNAS kini menyediakan layanan pembayaran digital melalui metode QRIS.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie, menjelaskan bahwa penetapan nominal ini telah melalui pertimbangan kondisi harga pangan di daerah, khususnya di wilayah Kota Gorontalo.
Meskipun SK BAZNAS Pusat menetapkan standar zakat fitrah sebesar Rp50.000, Hamka menyebut daerah memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan harga beras setempat.
"Perhitungan zakat fitrah merujuk pada harga beras sebanyak 2,5 kilogram. Jika per kilonya Rp15.000, maka totalnya Rp42.500. Kota Gorontalo mengambil inisiatif membulatkannya menjadi Rp45.000 agar ada kelebihan (sedekah)," ujar Hamka kepada TribunGorontalo.com pada Kamis (26/2/2026).
Menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin modern, BAZNAS Provinsi Gorontalo mendorong penggunaan teknologi untuk transparansi dan kemudahan.
Masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai ke gerai, cukup dengan melakukan pemindaian (scan) kode QRIS yang telah disediakan oleh petugas.
Baca juga: Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Prioritaskan Infrastruktur Pendukung UMKM hingga Penanganan Banjir
Selain zakat fitrah, metode ini juga berlaku untuk:
Meski pembayaran digital dan uang tunai ditonjolkan, Hamka menegaskan bahwa BAZNAS tidak menutup pintu bagi masyarakat yang ingin berzakat dalam bentuk beras secara langsung.
"Kami tetap menerima beras dan siap menyalurkannya ke panti-panti asuhan. Ketentuannya jelas, yakni 2,5 kilogram atau setara dengan 3 liter beras per jiwa," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)