TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES – Sebuah truk boks ekspedisi bermuatan lima ton nyaris terjun ke jurang sedalam 30 meter di jalur ekstrem Gunung Lio, ruas jalan provinsi Salem–Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Rabu (25/2/2026) malam.
Truk yang melaju dari Tasikmalaya menuju Semarang tersebut kehilangan kendali saat melintasi tanjakan curam dan tikungan tajam di wilayah Desa Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo.
Karena dimensi kendaraan yang terlalu panjang, truk gagal berbelok dan justru melintang hingga menutup seluruh badan jalan.
Baca juga: Hujan Bakal Mengguyur Cilacap saat Libur Lebaran, Warga Diminta Waspadai Banjir Hingga Tanah Gerak
Relawan Bangbara Adventure Kecamatan Salem, Wartono, mengungkapkan bahwa posisi kendaraan saat kejadian sangat kritis.
Bagian depan truk sudah berada di bibir jurang dan hampir tergelincir akibat medan yang licin dan curam.
“Posisi truk sangat berbahaya, nyaris terperosok ke jurang. Kami bersama warga langsung melakukan evakuasi secara gotong royong. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban jiwa,” ujar Wartono saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Jalur Maut Bagi Kendaraan Besar
Jalur Gunung Lio Brebes selama ini dikenal sebagai "jalur maut" bagi pengendara yang tidak mengenal medan.
Karakteristik jalannya sempit, minim penerangan, serta didominasi tanjakan dan turunan tajam yang berkelok-kelok.
Baca juga: Sesi Latihan PSIS Memanas: Rafinha dan Aldair Simanca Nyaris Baku Hantam Jelang Lawan Persiba
Meskipun jalur Salem–Banjarharjo sering dianggap sebagai rute alternatif tercepat penghubung wilayah selatan menuju Jalur Pantura, jalur ini sangat tidak direkomendasikan untuk kendaraan berdimensi besar atau bermuatan berat.
"Pengemudi biasanya memilih jalur ini karena jaraknya lebih pendek di aplikasi peta digital, tanpa menyadari kondisi geografis yang sangat ekstrem di lapangan," tambah Wartono.
Evakuasi Dramatis
Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan dramatis karena ruang gerak yang sangat terbatas di area turunan tajam.
Puluhan relawan dan warga bahu-membahu menarik kendaraan agar bisa keluar dari posisi berbahaya.
Setelah berhasil dievakuasi, truk tersebut diarahkan untuk memutar balik dan melanjutkan perjalanan melalui jalur utama Pantura.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan berat, agar tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi saat melintasi wilayah pegunungan di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Barat tersebut. (pet)