TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Komitmen pemerintah pusat dalam memberikan jaminan layanan kualitas pendidikan tidak hanya meresmikan bangunan fisik sekolah, tapi lewat program revitalisasi satuan pendidikan atau sekolah.
“Kita tidak hanya meresmikan sebuah sekolah, melainkan bagian dari upaya memberikan jaminan layanan kualitas pendidikan, khususnya melalui program revitalisasi satuan pendidikan di 2025,” ungkap Andrianus Hendro Triatmo Perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), usai peresmian gedung baru SMAN 5 Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara)
Andrianus Hendro Triatmo mengungkapkan program revitalisasi sekolah ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya peningkatan akses dan mutu pendidikan.
Menurutnya, pemerintah pusat ingin memastikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi pusat pengembangan karakter, keterampilan abad ke-21, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Baca juga: Pemkab Nunukan Dukung Revitalisasi Sekolah, Wamendikdasmen Kunjungi Sebatik
“Kita sedang melangkah dari era 4.0 menuju era 5.0. Sekolah harus menjadi pusat pengembangan karakter, keterampilan abad 21, dan inovasi," lanjufnya.
Andrianus Hendro Triatmo mengatakan data konkret pelaksanaan revitalisasi sekolah di Kalimantan Utara sepanjang 2025, total ada 60 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang menerima program revitalisasi.
Khusus jenjang SMA, terdapat 8 sekolah yang mendapatkan program revitalisasi sekolah tersebut dengan total anggaran sekitar Rp4,3 miliar.
Di luar itu, pembangunan unit sekolah baru SMA Negeri 5 Tarakan juga masuk dalam skema dukungan pusat.
“Jika ditotal dengan unit sekolah baru ini, kurang lebih sekitar Rp11 miliar anggaran program revitalisasi untuk Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Baca juga: Dapat Dana Rp 5,5 Miliar dari Pusat, Pemkab Bulungan Maksimalkan untuk Revitalisasi Sekolah
Ia memastikan program ini tidak berhenti pada 2025. Untuk 2026, proses penetapan sekolah kandidat penerima sudah dimulai.
Ia menjelaskan berdasarkan data kementerian, sekitar 300 satuan pendidikan diusulkan untuk mengikuti verifikasi dan validasi program revitalisasi di tahun 2026.
Namun dari hasil pemantauan dashboard kementerian, hanya sekitar 160 sekolah yang lolos tahap verifikasi dan validasi awal.
“Sayangnya, dari 300 satuan pendidikan yang diplotkan, hanya sekitar setengahnya yang lolos verifikasi dan validasi,” katanya.
Salah satu kendala utama tidak lolos verifikasi dan validasi terletak pada perencanaan dan pengisian data Dapodik oleh masing-masing satuan pendidikan.
“Data Dapodik yang diisi tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ketika diverifikasi, tidak sinkron,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan, termasuk SMAN 5 Tarakan, agar mengisi data Dapodik secara valid dan akurat.
“Kalau ruang kelasnya kurang, sampaikan kurang. Jangan sampai ruang lain yang difungsikan sementara sebagai kelas dilaporkan seolah-olah ruang kelas permanen sudah ada. Itu membuat data di kementerian tidak sesuai dengan kondisi nyata,” pesannya.
Kejujuran dan akurasi data sangat penting karena menjadi dasar kebijakan dan penentuan anggaran pusat.
Saat ini lanjut Hendro lagi, kementerian bersama BPMP dan UPT daerah juga tengah menggelar konsolidasi daerah. Kegiatan tersebut diikuti dinas-dinas pendidikan se-Kalimantan Utara untuk memperkuat pemahaman teknis perencanaan dan pelaporan program revitalisasi.
Ia berharap SMAN 5 Tarakan tumbuh menjadi sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warganya.
“Sekolah yang membuat guru dan siswa semangat berkarya, mengembangkan potensi secara optimal, dengan lingkungan kondusif yang mendukung pertumbuhan karakter, serta memastikan setiap individu merasa dihargai, diterima, dan aman,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah