Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026, Beserta Doa Berbuka dan Tips Ramadan
Putra Dewangga Candra Seta February 26, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id – Memasuki hari ke-8 Ramadan 1447 Hijriah, kebutuhan akan informasi akurat seputar waktu berbuka puasa menjadi hal penting bagi umat Muslim, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Ketepatan jadwal ibadah membantu masyarakat menjalankan puasa dengan tenang dan sesuai tuntunan.

Berdasarkan rujukan jadwal salat yang dihimpun dari Tribunnews, waktu berbuka puasa atau masuknya salat Maghrib di Kota Surabaya pada Kamis, 26 Februari 2026 jatuh pada pukul 17.53 WIB. 

Setelah itu, salat Isya dijadwalkan pada 19.03 WIB.

Jadwal Salat Surabaya, Kamis 26 Februari 2026:

  • Maghrib (Buka Puasa): 17.53 WIB
  • Isya: 19.03 WIB

Berikut jadwal selengkapnya:

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 26 Februari 2026 (8 Ramadan 1447 H)
KOTA SURABAYA
Imsak 04:08
Subuh 04:18
Zhuhr 11:46
‘Ashr 14:49
Maghrib 17:53
‘Isya’ 19:03
Selengkapnya

Informasi waktu tersebut tidak hanya berlaku untuk Surabaya, tetapi juga dapat dijadikan acuan bagi masyarakat di wilayah sekitar seperti Sidoarjo dan Gresik, mengingat perbedaan waktu yang sangat tipis.

Masyarakat diimbau untuk tetap mencermati pengumuman resmi dari instansi berwenang atau lembaga keagamaan setempat guna memastikan ketepatan waktu ibadah, terutama jika terjadi penyesuaian akibat faktor astronomi atau kebijakan lokal. Dengan informasi yang akurat, diharapkan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan dapat berlangsung khusyuk dan tertib.

Doa Buka Puasa Ramadan

BUKA PUASA - Sejumlah warga berbuka puasa bersama di Mesjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (7/5/2019).
BUKA PUASA - Sejumlah warga berbuka puasa bersama di Mesjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (7/5/2019). (Wartakota/Gani Kurniawan)

Umat Muslim dianjurkan untuk segera membatalkan puasa saat azan Maghrib berkumandang. Berikut adalah bacaan doa buka puasa yang umum dilafalkan:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Tips Ramadan

Membangunkan anak untuk makan sahur sering kali menjadi tantangan besar bagi orang tua selama bulan Ramadan, karena munculnya fenomena "Gerakan Tutup Mulut dan Mata" (GTMM).

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Elmi Tri Yuliandari, menegaskan bahwa kunci utama agar anak tidak rewel saat sahur terletak pada pola tidur dan dukungan positif.

Menurut Elmi, penyebab utama anak sulit dibangunkan adalah waktu istirahat yang kurang akibat tidur terlalu larut malam.

“Jangan sampai si kecil tidur terlalu larut malam. Hal ini akan membuat anak susah bangun ketika waktunya makan sahur,” ujarnya, Selasa (24/2/2025).

Ia menyarankan orang tua untuk memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, baik tidur malam maupun tidur siang.

“Orang tua juga sebaiknya membangunkan anak setidaknya 30 menit sebelum imsak agar anak lebih siap dan tidak terburu-buru,” tambahnya.

Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk menciptakan suasana sahur yang kondusif bagi si kecil:

  • Memastikan anak mendapatkan tidur malam yang cukup dan istirahat di siang hari.
  • Memberikan pemahaman sederhana mengenai manfaat sahur sebagai sumber energi beraktivitas.
  • Melibatkan anak dalam menentukan menu sahur favorit yang bergizi.
  • Menciptakan suasana kebersamaan dengan makan sahur bersama seluruh anggota keluarga.
  • Memberikan pujian dan apresiasi saat anak berhasil bangun dan makan sahur.

Selain pola tidur, Elmi menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada anak tentang makna sahur dengan bahasa yang mudah dimengerti.

“Sampaikan bahwa sahur membantu mereka tetap kuat dan bersemangat saat beraktivitas di pagi hingga siang hari,” jelasnya.

Ia juga menyarankan orang tua untuk menjalin komunikasi dua arah sebelum anak tidur, khususnya terkait pilihan makanan.

“Komunikasikan sebelum tidur, tanyakan menu apa yang diinginkan. Hal ini bisa membuat anak lebih semangat saat dibangunkan,” kata Elmi.

Terakhir, dukungan emosional berupa apresiasi dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menjalankan ibadah puasa.

“Anak yang mendapatkan dukungan dan apresiasi dari orang tuanya akan merasa lebih percaya diri dan semangat menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.(Sulvi Sofiana/Putra Dewangga/SURYA.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.