Ramai Bos MotoGP Jengkel Gegara Insiden Pembalap Tak Profesional Jelang Race di Buriram
Suci BangunDS February 26, 2026 09:33 PM

TRIBUNNEWS.COM - Bos MotoGP, Carmelo Ezpeleta dibuat jengkel karena adanya aduan salah satu petinggi tim pabrikan yang merasa pembalapnya tak profesional jelang balapan perdana MotoGP 2026.

Salah seorang pembalap tim pabrikan di MotoGP, mengeluhkan pembalapnya sudah memikirkan tim yang akan dia perkuat pada musim 2027.

Hal ini disayangkan oleh petinggi tim pabrikan MotoGP tersebut, mengingat musim MotoGP 2026 saja belum dimulai.

Balapan perdana MotoGP 2026 bertajuk MotoGP Thailand akan berlangsung di Sirkuit Buriram, Jumat (27/2) hingga Minggu (1/3).

"Saya akan membayar pembalap bintang saya tiga juta euro, dan sepanjang musim dia akan memikirkan motor berikutnya, bukan motor saya.” keluh seorang petinggi tim pabrikan MotoGP kepada Carmelo Ezpeleta, seperti dilaporkan media yang berbasis di Catalunya, Elperiodico.

Dalam laporan sumber yang sama, Carmelo Ezpeleta geram atas insiden tersebut yang dinilai menunjukkan sikap tidak profesional sebagai rider.

CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta saat konferensi pembatalan MotoGP Qatar, Sabtu (7/3/2020)
CARMELO EZPELETA - CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta saat konferensi pembatalan MotoGP Qatar, Sabtu (7/3/2020). (motogp.com)

Clue dari pembalap yang bermasalah itu mengarah kepada antara Jorge Martin atau Pedro Acosta. Sebab, petinggi tim pabrikan itu menyebut pembalap dengan spesifik gaji yang diterima.

Mengerucutnya antara Martin atau Acosta berkaca dari status keduanya.

Jika itu adalah Pecco Bagnaia jelas tidak mungkin. Benar adanya Pecco Bagnaia diisukan akan hengkang dari Ducati Lenovo Team, setelah Ducati masih menarik-ulur kontraknya.

Apalagi Italiano berusia 29 tahun ini dalam laporan beberapa media yang berbasis motorsport Internasional, tinggal menunggu waktu diumumkan sebagai pembalap pabrikan Aprilia, yang menyodorkan kontrak berdurasi empat tahun.

Gaji Pecco Bagnaia pun tidak berada di angka tersebut, melainkan mencapai 7 juta Euro di Ducati, berkat gelar juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 yang dipersembahkannya.

Pun hal berlaku dengan Fabio Quartararo.

Pembalap asal Nice, Prancis ini disebut akan hengkang dari Monster Energy Yamaha.

Baca juga: Bayangan Buruk 2025 Mengintai Pecco Bagnaia, MotoGP 2026 Pakai Mode Merendah untuk Meroket

Juara dunia MotoGP 2021 ini disebut akan 'membelot' ke sesama pabrikan Jepang, Honda Racing Corporation. Tetapi clue-nya tidak mengarah kepada pembalap berjuluk El Diablo ini, mengingat dirinya berstatus sebagai pembalap termahal dengan gaji mencapai 12 juta Euro.

Adapun Luca Marini-Joan Mir (Honda), Brad Binder (KTM), serta Marco Bezzecchi (Aprilia), masih 'anyep' di bursa transfer pembalap MotoGP untuk musim 2027.

Tujuan Acosta dan Martin

Pedro Acosta sebagai rider pabrikan KTM dan Jorge Martin rider di Aprilia Racing, digembar-gemborkan cabut dari tim yang menaunginya kini.

Pedro Acosta sempat dikaitkan dengan beberapa tim, seperti Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Honda HRC, maupun Ducati.

Tim terakhir disebut-sebut jadi destinasi selanjutnya bagi Acosta setelah meninggalkan pabrikan Austria, KTM.

Pria berjuluk El Tiburon ini akan menggantikan Pecco Bagnaia, dan diproyeksikan bertandem dengan Marc Marquez di garasi tim utama Ducati.

Jorge Martin pun sama. Sejak 2025, juara dunia MotoGP 2024 tak kerasan di Aprilia, dan bahkan ingin 'mengkhianati' kontraknya, sebelum akhirnya memilih bertahan untuk musim 2026.

Sempat dikaitkan ke Honda HRC, tetapi isu ini mereda setelah pabrikan berlogo sayap tunggal mengepak mengarahkan radar mereka ke Fabio Quartararo.

Jorge Martin disebut akan hengkang ke Monster Energy Yamaha untuk 2027, menggantikan El Diablo. 

Melihat kondisinya, Martin dan Acosta memang sama-sama mengeluhkan hal identik. 

Martin merasa tidak cocok dengan RS-GP, meski secara waktu adaptasi masih kalah dari Marco Bezzecchi. Sementara Pedro Acosta, pada pertengahan 2025, mengutarakan keinginannya untuk segera menunggangi Desmosedici Ducati. 

"Ezpeleta tampaknya 'muak' menerima 'tuntutan tanpa henti' dari para produsen," terang El Periodico.

Petinggi MotoGP Sport Entertainment SL ini bahkan memanggil para petinggi Massimo Rivola (Aprilia), Pit Beirer (KTM), Paolo Pavesio (Yamaha) serta perwakilan MSMa (Asosiasi Pabrikan MotoGP), Lin Jarvis untuk membahas keluhan tersebut.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.