Jalani Aklimatisasi, Tim Bulutangkis Indonesia Berbagi Lapangan dengan Inggris dan Amerika
Hasiolan Eko P Gultom February 26, 2026 11:38 PM

Jalani Aklimatisasi, Tim Bulutangkis Indonesia Berbagi Lapangan dengan Inggris dan Amerika

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Udara dingin Inggris belum sepenuhnya bersahabat, tetapi semangat tim bulutangkis Indonesia sudah terasa hangat di National Badminton Centre, Milton Keynes.

Di tempat inilah, langkah awal menuju All England 2026 dimatangkan.

Seperti diketahui, All England 2026 dijadwalkan berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, pada 3–8 Maret mendatang. 

Baca juga: Kilas Balik All England 1979, Indonesia Nyaris Sapu Bersih 4 Gelar Juara

Bukan tanpa alasan lokasi ini dipilih sebagai tempat aklimatisasi. 

Selain jaraknya yang relatif dekat dari Birmingham, fasilitas yang tersedia dinilai mampu menunjang kebutuhan tim selama masa penyesuaian.

Manajer tim, Shendy Puspa Irawati, menyebut kawasan ini menawarkan kenyamanan dan efisiensi yang ideal bagi para pemain.

“Fasilitasnya lengkap. Ada penginapan setara hotel bintang tiga yang nyaman untuk istirahat, ruang fitness, sepuluh lapangan latihan, serta restoran. Semua dalam radius kurang dari 100 meter, jadi terasa seperti di pelatnas Cipayung,” ujar Shendy.

Menariknya, selama tiga hari ke depan skuad Merah Putih tidak hanya berlatih sendiri.

Mereka berbagi lapangan dengan tuan rumah Inggris termasuk pasangan andalan Ben Lane/Sean Vendy, serta tim Amerika Serikat.

Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menggelar sesi latihan bersama.

Latihan tersebut bukan sekadar uji coba pertandingan. Tim pelatih menyisipkan berbagai pola dan drilling sesuai kebutuhan masing-masing pasangan.

“Selain game, ada sesi drilling dan penguatan pola permainan,” jelas Shendy.

Pada hari pertama, fokus utama latihan adalah pemulihan kondisi setelah perjalanan panjang.

Pemain memulai dengan stretching dan pengembalian ritme sebelum masuk ke menu teknis di lapangan.

Amri Syahnawi menyebut latihan awal lebih diarahkan untuk mengembalikan sentuhan permainan.

“Tadi fokusnya balikin kondisi dulu, stretching, lalu masuk ke beberapa porsi latihan,” katanya.

Sementara itu, Nita Violina Marwah membeberkan variasi menu yang diberikan pelatih.

“Ada game, no lob pendek, no lob panjang, pola 3-1, lalu ditutup dengan drilling,” tuturnya.

Bagi Amri/Nita, All England 2026 akan menjadi pengalaman perdana.

Turnamen legendaris ini tentu membawa tekanan tersendiri, tetapi keduanya memilih fokus pada kesiapan mental.

“Persiapan sudah bagus. Sekarang tinggal menjaga pikiran, hati, dan mood. Terus meyakini diri,” ujar Nita penuh optimisme.

Amri pun menegaskan tekad mereka untuk memberikan penampilan terbaik. 

“Senang bisa tampil pertama kali di All England. Sekarang tinggal mematangkan taktik dan strategi,” pungkasnya.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.